Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi, mengatakan angin kencang dan hujan lebat yang terjadi belakangan ini merupakan bagian dari siklus cuaca ekstrem tersebut.
“Kami sudah mengeluarkan surat imbauan sejak November 2025 lalu terkait bencana hidrometeorologi, termasuk hujan lebat dan angin kencang. Imbauan ini sudah kami sebar ke seluruh kecamatan di Kukar,” kata Edy Haryadi, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data meteorologi, pada 2026 puncak musim hujan ekstrem terjadi sebanyak dua kali. “Kami telah membentuk grup koordinasi khusus untuk mitigasi bencana untuk memudahkan pantaun kondisi di lapangan secara real-time,” jelasnya.
BPBD Kukar memberikan perhatian khusus pada potensi tanah longsor di beberapa wilayah seperti Kecamatan Loa Janan, Tabang, Marang Kayu dan Tabang. Meski saat ini kondisi masih terkendali, beberapa kecamatan ini masuk dalam peta kewaspadaan tinggi.
“Selain tiga wilayah itu kami juga memantau ketat wilayah Tabang. Jika intensitas hujan di sana terus tinggi, dikhawatirkan Sungai Belayan meluap dan memicu banjir besar,” ungkapnya.
Hingga saat ini, BPBD menetapkan status siaga dan terus memonitor laporan dari para camat serta aparat TNI-Polri di wilayah masing-masing. BPBD baru akan menurunkan tim teknis jika eskalasi kejadian di lapangan memerlukan bantuan darurat.
“Status kita saat ini siaga dan terus memonitor. Kami harap kondisi tetap aman, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap pohon tumbang maupun pergerakan tanah saat hujan lebat,” tutupnya.
Editor: Erwin