Setelah direlokasi selama kurang lebih dua tahun terakhir dan berjualan di Lapangan Pemuda, Kelurahan Panji, para pedagang akhirnya kembali mendapatkan kepastian tempat usaha mereka.
Antusiasme para pedagang terlihat sejak pagi hari. Proses pengundian ini menjadi momen yang telah lama dinantikan, karena pedagang juga menerima kunci lapak, menandai berakhirnya masa relokasi sekaligus awal baru aktivitas perdagangan di pasar tradisional yang terkenal di Kota Raja tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Plt Kadisperindag) Kutai Kartanegara Sayid Fathullah mengatakan, tahapan pengundian lapak telah dilaksanakan sesuai dengan arahan pimpinan daerah dan mendapat izin serta restu langsung dari Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.
“Alhamdulillah, tahapan pengundian sudah dilaksanakan hari ini atas izin dan restu dari bupati. Sebenarnya beliau ingin hadir langsung, tetapi karena kesibukan yang luar biasa, beliau meminta kami tetap melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Sayid kepada Korankaltim.com usai kegiatan pengundian.
Rencananya bupati Kukar juga akan bertemu secara khusus dengan para pedagang di Pasar Taman Ulin Tenggarong sebagai bentuk perhatian dan komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan pedagang pasar.
“Hari ini Alhamdulillah kita undi sebanyak 703 pedagang yang direlokasi. Sudah dilakukan proses penentuan di mana nantinya petak, lapak atau kios mereka berada,” paparnya.
Dipastikan jumlah lapak di Pasar Tangga Arung telah disesuaikan dengan jumlah pedagang. Secara keseluruhan terdapat 703 petak untuk pedagang, ditambah tiga bangunan tambahan yang disiapkan khusus untuk ruang pengamanan, ruang klinik dan ruang pengendali inflasi. “Ketiga ruang tersebut berada di luar 703 lapak, sehingga total keseluruhan bangunan di pasar ini berjumlah 706 unit,” sebut Sayid lagi.
Terkait perpindahan pedagang dari Lapangan Pemuda ke Pasar Tangga Arung, Sayid Fathullah menyebut aspirasi pedagang pada dasarnya ingin segera menempati pasar baru tersebut.
“Sebenarnya pedagang ingin cepat-cepat pindah ke sini, mereka sudah tidak sabar. Menurut pimpinan tidak masalah, apalagi kemarin kita juga diminta untuk segera menempatkan pedagang disini. Namun tetap ada proses yang harus dijalani,” ungkapnya.
Diharapkan setelah pengundian dan pembagian kunci lapak, para pedagang dapat segera menata kios masing-masing dan mulai berpindah secara bertahap. “Harapannya, saat peresmian nanti pasar sudah hidup, seluruh lapak terisi, dan aktivitas perdagangan bisa berjalan optimal,” tutup Sayid.
Editor: Aspian Nur