Sebanyak 120 personel dikerahkan untuk mengamankan kegiatan masyarakat selama Operasi Nataru yang berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mendatang.
Kabag Ops Polres Kukar Kompol Roganda menjelaskan, pengamanan didukung dengan pendirian 16 pos pengamanan, 1 pos pelayanan dan 1 pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Pos-pos tersebut disiapkan untuk menunjang aktivitas masyarakat, baik ibadah, perjalanan, maupun kegiatan wisata selama libur panjang. “Dalam pelaksanaan pengamanan, kami mengedepankan langkah preemtif melalui imbauan dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Selain itu, pengamanan juga diperkuat dengan langkah preventif, seperti penjagaan, patroli, dan pengawasan di berbagai lokasi,” kata Roganda kepada Korankaltim.com Rabu (17/12/2025).
Penegakan hukum akan dilakukan sebagai langkah terakhir apabila selama operasi berlangsung ditemukan pelanggaran hukum atau tindak pidana yang membutuhkan tindakan kepolisian. Selain itu, Polres Kukar juga menyiagakan personel sebagai satuan tugas perbantuan, termasuk dukungan sarana dan prasarana, kendaraan taktis, layanan medis, hingga kesiapsiagaan bencana.
Pengamanan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Natal pada malam 24 Desember dan 25 Desember, serta masyarakat yang merayakan malam dan hari Tahun Baru. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan Nataru dengan aman, khusyuk, dan khidmat,” ujar Roganda lagi.
Dalam pengamanan Nataru, Polres Kukar juga bekerja sama dengan lintas sektoral untuk menjamin keamanan berbagai sektor, salah satunya memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) agar tidak terjadi kelangkaan maupun sabotase. Patroli siber turut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran berita hoaks yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.
Selain itu, pihak kepolisian bersama satgas terkait memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, serta melakukan pengawasan terhadap pedagang di pasar guna mencegah praktik kecurangan.
Polres Kukar juga mengantisipasi potensi peningkatan peredaran narkotika, minuman keras, serta aktivitas pesta kembang api dan petasan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Pengamanan rumah ibadah juga menjadi prioritas utama. Berdasarkan data kepolisian, di wilayah Kutai Kartanegara terdapat 308 gereja dan seluruhnya akan mendapatkan pengamanan dengan melibatkan unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Puncak pengamanan dilaksanakan pada malam Natal, 24 Desember.
Masyarakat yang bepergian selama libur Nataru diminta agar melaporkan atau menitipkan rumahnya kepada aparat setempat jika dalam keadaan kosong, serta memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan di kantor kepolisian.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” pungkas Roganda.
Editor: Aspian Nur