Ketua PC GP Ansor Kukar, Desman Minang Endianto, dalam sambutannya menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan peneguhan legitimasi kepengurusan agar dapat menjalankan roda organisasi secara sah, konstitusional, dan bertanggung jawab.
“Pelantikan ini menegaskan GP Ansor adalah organisasi yang sah dan konstitusional. Ini menjadi momentum untuk mengkonsolidasikan seluruh kekuatan kader GP Ansor Kukar dalam satu barisan khidmat, serta meneguhkan komitmen pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara,” tegas Desman.
Ia juga menekankan pentingnya menghapus sekat perbedaan diinternal organisasi. Menurutnya, seluruh pengurus dan kader harus bersatu dalam semangat kebersamaan sebagai kader Ansor, kader NU dan anak bangsa.
“Mulai sekarang tidak ada lagi sekat warna, tidak ada perbedaan latar belakang profesi, pilihan, maupun persoalan masa lalu. Kita degradasi semua perbedaan itu dan kita kontras-kan persamaan kita. Mari sungguh-sungguh berkhidmat,” sebut Desman lagi.
Mengusung tema “Fokus Bergerak Memberi Manfaat”, Desman berharap GP Ansor Kukar menjadi organisasi yang solid secara nilai dan nyata manfaatnya di tengah masyarakat. Kehadiran kader Ansor harus dirasakan, menyenangkan, melindungi, memberdayakan serta mampu memberikan solusi atas persoalan sosial. “Khidmat kita bukan untuk jabatan dan bukan pula untuk sorotan. Khidmat kita adalah untuk kebermanfaatan,” harapnya.
Pelantikan turut dihadiri jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, di antaranya Ketua PP GP Ansor H. Purwaji dan Wakil Ketua Umum PP GP Ansor H. Fajri Alfarobi. Kehadiran pimpinan pusat tersebut dinilai menjadi energi moral dan organisatoris bagi GP Ansor Kukar untuk melangkah lebih tegak dan progresif ke depan.
Hadir juga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, pimpinan DPRD, jajaran organisasi perangkat daerah, tokoh agama, akademisi, serta tamu undangan lintas sektor. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan posisi strategis GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang diwakili Sekretaris Daerah Kukar Sunggono menyampaikan apresiasi atas kontribusi GP Ansor dalam percepatan pembangunan daerah. Ia menilai kiprah GP Ansor selama ini telah memberikan dampak positif, baik di bidang sosial, keagamaan maupun pemerintahan.
“Banyak kader GP Ansor yang menduduki jabatan penting dan strategis, baik di eksekutif maupun legislatif, termasuk Ketua GP Ansor Kukar saat ini yang juga merupakan Anggota DPRD Kukar,” kata Sunggono.
Pemerintah daerah berharap ke depan kader GP Ansor semakin aktif terlibat dalam pembangunan, termasuk dalam pembentukan dan penguatan generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. Hal tersebut sejalan dengan visi GP Ansor dalam mewujudkan kader pemuda Islam yang beriman, berilmu, profesional, berdaya saing, serta berkomitmen pada keutuhan NKRI dan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Sementara Purwaji menyebut pelantikan diiringi dengan pengucapan sumpah janji atau baiat memiliki makna mendalam. Baiat tersebut bukanlah sekadar formalitas, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan organisatoris.
“Setiap pemimpin di Ansor memikul tanggung jawab berat, bukan hanya kepada organisasi, tetapi juga kepada para muassis, para pendiri Ansor, termasuk Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan para pendiri lainnya,” tegasnya.
Pelantikan ini turut dihadiri Sekda Kukar Sunggono, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Wakil Ketua I DPRD Kukar Abdul Rasid beserta anggota DPRD Kukar, Sekretaris DPRD Kukar M. Ridha Darmawan, Rektor Unikarta Prof. Ince Raden, Kepala Dishub Kukar Achmad Junaidi, Kepala Distanak Kukar M. Taufik, Kepala Badan Kesbangpol Kukar Rinda Desianti, Ketua Komisi Fatwa MUI Kukar KH. Machroji Anwar yang juga Rois Syuriah NU Kukar, serta pimpinan dan perwakilan organisasi kemasyarakatan se-Kutai Kartanegara.
Dengan pelantikan ini, GP Ansor Kukar diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai garda pemuda Islam yang moderat, inklusif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. (*)