Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkar Matan Kukar, Mukhsin menyampaikan laporan awal dari anggota lapangan menunjukkan tiga bangunan terdampak, masing-masing satu rumah dengan delapan pintu, satu rumah dengan empat pintu, serta satu rumah pribadi.
Seluruh bangunan tersebut sebagian besar berbahan dasar kayu, sehingga api cepat membesar dan menyebar ke area sekitar.
“Api berhasil kami kuasai sekitar pukul 14.37 WITA atau satu jam setelah kejadian, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan,” ungkapnya, Kamis (11/12/2025).
Tragisnya, tiga anak ditemukan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Ketiganya adalah anak laki-laki berusia 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun.
Identitas korban maupun nama orang tua mereka masih belum dapat dipublikasikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Seluruh korban kini telah dibawa ke Puskesmas Kecamatan Anggana.
“Untuk sementara, nama korban dan orang tuanya belum dapat kami sampaikan. Kita menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari petugas yang berwenang,” jelasnya.
Selain korban jiwa, kebakaran ini juga berdampak pada delapan kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda. Data tersebut masih bersifat sementara dan menunggu pembaruan dari Posko Anggana.
Terkait dugaan pemicu kebakaran, Mukhsin menegaskan penyebab pasti masih menunggu identifikasi resmi dari petugas investigasi. Namun, indikasi awal mengarah pada dugaan korsleting listrik.
“Ini masih dugaan awal. Kita tetap menunggu hasil identifikasi dari pihak yang berwenang,” pungkasnya.
Editor: Erwin