Seperti diketahui, dalam perkembangannya dan tahun berjalan ternyata kucuran subsidi dana untuk realisasi program Sambungan Rumah (SR) yang berkenaan dengan Inpres ini tak kunjung direalisasikan oleh pemerintah pusat sementara survei dan pendataan kepada warga yang menjadi calon menerima program SR dari Inpres yang dikeluarkan pada era kepemimpinan Presiden Jokowi itu sudah terlanjur dilaksanakan oleh manajemen Tirta Mahakam.
Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Mahakam Herlina mengungkapkan realisasi program Inpres 1/2024 ini diselaraskan dengan program SR Tirta Mahakam dalam setiap target capaian tahunan.
“Saat ini petugas dilapangan terus melakukan pemasangan SR baik yang SR dari kami maupun SR program Inpres. Diketahui dalam pelaksanaannya Inpres tidak keluar (kucuran dana dari pemerintah pusat, sementara kami sudah berjanji dengan sudah melakukan pendataan survei, jadi kami sikapi di-handle sendiri dengan merealisasikan 1120 SR yang sudah tercapai,” ungkap Herlina didampingi Asisten Manajer Humas dan Protokol Henry Susanto kepada Korankaltim.com, Kamis (4/12/2025).
Diketahui, Inpres Nomor 1 Tahun 2024 adalah kebijakan pemerintah untuk mempercepat penyediaan air minum dan layanan pengelolaan air limbah domestik di Indonesia. Inpres ini fokus pada pembangunan SR untuk air minum dengan memanfaatkan kapasitas produksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang belum terpakai (idle capacity). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas kesehatan, dan mendukung pencapaian target nasional, termasuk 10 juta SR pada tahun 2024.
“Yang program SR Inpres direalisasikan di Kukar yaitu ada di empat lokasi, Tenggarong, Benua Puhun Kecamatan Muara Kaman, Samboja dan Sebulu. Dari total 1120 SR Benua Puhun paling banyak yaitu 565 SR, kemudian di Tenggarong 417 SR, Samboja 88 SR dan Sebulu 50 SR. Saat ini kerja terus teman teman sehingga dipastikan Desember ini tercapai semua dan mendukung target capaian tahunan program SR Perumda Tirta Mahakam,” pungkas Herlina.
Editor: Aspian Nur