Melalui berbagai program edukasi, fasilitasi, hingga pembentukan komunitas sadar narkoba, pemerintah daerah berupaya mempersempit ruang peredaran barang terlarang tersebut di masyarakat.
Endang Indrayati, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Ketahanan Sosial dan Budaya Kesbangpol Kukar, menjelaskan inti dari program ini adalah PM4G, yang merupakan rangkaian kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkotika. Program ini mencakup edukasi, pendekatan komunitas, hingga deteksi dini.
Menurut Endang, fasilitasi tes urin menjadi salah satu langkah nyata yang telah rutin dilakukan. Sasaran tes urin ini cukup luas, mulai dari pegawai organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, hingga kelompok masyarakat tertentu. “Kami memfasilitasi tes urin yang bisa dilakukan di OPD maupun di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Selain tes urin, Kesbangpol Kukar juga gencar melaksanakan sosialisasi terkait bahaya narkotika. Kegiatan ini dilakukan secara langsung ke kecamatan-kecamatan, sekolah-sekolah, dan berbagai komunitas masyarakat. Edukasi publik dinilai sangat penting agar pemahaman tentang bahaya narkoba semakin kuat di semua lapisan.
Salah satu pendekatan strategis yang kini menjadi prioritas adalah program P4GN, yang menyasar kelompok pelajar dan pemuda.
Program ini bertujuan memperkuat nilai antinarkotika sejak usia dini sekaligus membangun karakter generasi muda agar lebih waspada terhadap peredaran gelap narkoba.
“Biasanya memang sasarannya anak sekolah, tapi sebenarnya tidak hanya itu. Pemuda dan masyarakat umum juga kita libatkan,” kata Endang.
Menurutnya, akar pencegahan harus dibangun secara kolektif sehingga dampaknya lebih luas.
Kesbangpol Kukar juga telah mengembangkan wilayah binaan melalui pembentukan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dan Sekolah Bersinar.
"Kawasan ini dibangun sebagai contoh lingkungan yang aktif melakukan upaya pencegahan secara mandiri dengan dukungan pemerintah," tuturnya.
Hingga saat ini, sudah ada tujuh Desa Bersinar yang terbentuk di berbagai kecamatan di Kukar.
Pertama dibentuk adalah Desa Loa Duri Ilir pada 2022. Setelah itu program diperluas ke Desa Jembayan, Desa Anggana, Desa Sumber Sari di Kecamatan Tenggarong Seberang, Desa Bunga Jadi di Kecamatan Muara Kaman, serta Desa Genting Tanah dan Desa Perdana di Kecamatan Kembang Janggut.
“Wilayah-wilayah ini sudah aktif menjalankan program pencegahan, seperti edukasi rutin, pembentukan kader antinarkoba, hingga membangun lingkungan yang aman bagi generasi muda,” tutur Endang.
Selain desa, Kesbangpol Kukar juga telah menetapkan tiga sekolah sebagai Sekolah Bersinar. Masing-masing adalah SMP Negeri 1 Loa Kulu, SMP Negeri 1 Muara Kaman, serta SMA Negeri 3 Tenggarong. Ketiga sekolah ini menjadi pelopor dalam penerapan kurikulum dan kegiatan antinarkotika di lingkungan pendidikan.
Endang menjelaskan bahwa pembentukan sekolah dan desa binaan ini sangat penting karena lingkungan pendidikan dan permukiman adalah ruang paling dekat dengan generasi muda.
"Dengan adanya program ini, pencegahan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan Desa dan Sekolah Bersinar juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dinilai dapat memperkuat ketahanan sosial terhadap ancaman narkotika.
"Upaya ini juga sejalan dengan visi besar Pemkab Kukar yang menekankan pentingnya perlindungan masyarakat dari kejahatan narkoba, sekaligus memastikan ruang tumbuh generasi muda tetap aman dan sehat. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan sosial berbasis pencegahan," paparnya.
Kesbangpol Kukar, kata Endang, akan terus memperluas cakupan wilayah bersinar setiap tahun. Targetnya, semakin banyak desa dan sekolah yang memiliki kapasitas mandiri dalam mencegah ancaman narkotika.
Di saat yang sama, berbagai program edukasi publik dan fasilitasi tes urin juga tetap dilakukan sebagai langkah penguatan kontrol sosial.
"Aksi ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberantas penyalahgunaan narkotika dari hulu ke hilir," ucapnya.
Dengan berbagai pendekatan yang berjalan simultan, Kesbangpol Kukar optimistis bahwa masyarakat akan semakin tangguh dan sadar terhadap bahaya narkoba. Upaya ini sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial serta masa depan generasi muda di Kukar. (*/kk)