Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, menyebut kehadiran Kedai Ojol Kamtibmas ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap para pengemudi ojek online yang sebagian besar merupakan tulang punggung keluarga dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Melalui kedai ini bisa saling berinteraksi dan berbagi informasi. Harapannya, dari interaksi ini bisa terbangun early warning system di lingkungan masyarakat, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Khairul kepada media disela kegiatan peresmian.
Para ojek online memiliki posisi strategis dalam mendukung situasi kamtibmas karena mereka setiap hari berkeliling di jalan raya, kawasan perumahan, perkantoran hingga area publik lainnya. Dengan demikian, mereka dapat menjadi sumber informasi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di lapangan. “Kami ingin menjadikan kedai ini sebagai tempat berkoordinasi dan bertukar informasi antara Polri dan masyarakat, khususnya rekan-rekan ojek online,” tambahnya.
Selain menjadi wadah komunikasi, Kedai Ojol juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti tempat istirahat, area makan, pompa angin dan tempat tambal ban fasilitas yang disiapkan untuk membantu para pengemudi, terutama saat malam hari ketika bengkel sulit ditemukan.
Keberadaan kedai ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para ojek online, tidak hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang aman dan nyaman.
“Rekan-rekan ojol bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dengan menunjukkan etika berkendara yang baik dan sesuai aturan. Hal ini tentu bisa menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya,” tuturnya.
Kasatlantas Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli menambahkan, kedai tersebut menjadi langkah konkret kepolisian dalam mempererat hubungan dengan komunitas ojol dari berbagai platform, seperti Grab, Gojek, dan Maxim.
“Harapannya, kedai ini bisa menjadi tempat bernaung bagi rekan-rekan ojol dari berbagai komunitas agar tidak terkotak-kotak dan dapat berkumpul menjadi satu,” kata Fandoli.
Kedai ini beroperasi mulai pukul 06.30 WITA pagi hingga 20.00 atau 21.00 WITA malam, dengan waktu operasional yang fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Kami ingin menciptakan tempat yang ramah untuk semua. Harganya pun kami buat bersahabat dari ojol untuk ojol tapi tetap dengan kualitas yang baik dan bisa bersaing. Intinya, kedai ini dibuat dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” tutup Fandoli.
Editor: Aspian Nur