Berkolaborasi dengan Grow with Serasa, sebuah platform pusat pelatihan dan pengembangan diri di Samarinda, Radhika Darmawan, seniman asal Kutai Kartanegara yang juga pengurus inti Yayasan Terminal Olah Seni Tenggarong mennggelar kegiatan ini yang menghadirkan pendekatan unik dengan menghubungkan seni peran dan isu kesehatan mental di kalangan generasi Z.
Radhika yang telah menekuni dunia seni pertunjukan selama lebih dari 16 tahun menggunakan metode pembelajaran hasil pengalaman mengikuti berbagai workshop serta sertifikasi keaktoran nasional. “Kelas akting bukan hanya tentang melatih kemampuan tampil, tetapi juga menjadi ruang penyembuhan trauma dan pengembangan kreativitas,” kata Radhika kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Peserta yang mengikuti kelas akting ini datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga hingga aktor film. Bahkan ada peserta yang rela menempuh perjalanan jauh dari Malang, Jawa Timur. Dengan jumlah sekitar 15 orang, kelas ini dibatasi untuk usia 17 tahun ke atas agar materi lebih tepat sasaran.
Selain materi seni peran, kegiatan ini juga menghadirkan Ira Mayang Sari, psikolog sekaligus pendiri Grow With Serasa. Ira berbagi pengalaman dalam menangani kasus-kasus kekerasan dan pentingnya pendekatan empatik dalam pemulihan mental.
"Kolaborasi ini menambah dimensi baru, menjadikan kelas akting bukan sekadar hiburan, melainkan sarana refleksi diri," kata Ira.
Setiap peserta memperoleh sejumlah fasilitas, mulai dari tes psikologi gratis, sertifikat gratis, makan siang, hingga kesempatan mendapatkan buku puisi tiga bahasa karya Radhika.
Radhika sendiri optimistis kelas akting ini akan berlanjut tentunya dengan skala peminat yang lebih besar lagi.
“Kami ingin kelas ini tidak berhenti hanya di edisi pertama. Semoga ke depan bisa lebih besar dan berdampak luas, bukan hanya untuk penggiat seni, tapi juga masyarakat yang ingin memaknai hidup lewat akting,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur