Kegiatan yang diprakarsai ASLI Kaltim tersebut bertemakan "Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Spirit Membangun Peradaban Menuju Indonesia Emas 2045”, mendatangkan penceramah tokoh nasional TGB Dr KH Muhammad Zainul Majdi MA.
"Alhamdulillah, kegiatan Mualid Nabi Muhammad SAW ini merupakan kontribusi ASLI Kaltim di Kutai Kartanegara untuk turut membangun dalam penanaman nilai-nilai religus bagi keberhasilan pembangunan daerah," kata Ketua ASLI Kaltim Hamdan Wirahadi.
Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri melalui sambutan tertulisnya disampaikan Asisten I Akhmad Taufik Hidayat mengapresiasi atas penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Saya mengapresiasi apa yang dilaksanakan ASLI Kaltim hari ni yakni menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini sejalan dengan upaya bersama untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan spirit kebersamaan. Sinergi antara ulama dan umara adalah kunci keberhasilan pembangunan," apresianya.
Sementara itu dalam tausiahnya TGB Zainul Majdi mengungkapkan kegembiraannya dan bahagia bisa kembali bertemu dengan saudara-saudaranya di Kutai Kartanegara khususnya warga sasak lombok di Tenggarong Seberang.
"Alhamdulillah setelah 13 tahun silam tidak bertemu, hari ini kembali dipertemukan dalam suasana penuh kebahagiaan, semoga silaturahmi ini terus dijaga dan dipelihara dengan baik," ucap TGB.
Tidak hanya itu, TGB juga takjub saat penyambutan yang luar biasa dengan seni budaya sasak lombok gendang belek. Para pemuda-pemudi menggunakan pesapuk yang melambangkan pengikatan pikiran yang baik.
"Orangtua kita sudah menitipkan yang namanya sampena (artinya mantera atau kata-kata yang baik) yang diharapkan menjadi jiwa untuk kita semua menjalankan keteguhan bersama jalan kebenaran kita wujudkan. Kemudian filosofi pesapuk itu sendiri adalah mengingat pikiran kita supaya tidak berpikir hal-hal yang tidak baik dan harus memikirkan hal-hal yang baik," ujarnya.
"Lagi sekali, saya sangat bersyukur dan bahagia bisa terus bersilaturahmi bersama keluarga besar saya yang ada di Kutai Kartanegara dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW," ujarnya.
TGB juga mengisahkan riwayat bahwa pada diri Nabi Muhammad SAW itu kata Allah ada teladan yang baik, contoh dalam hal semua kebaikan. Siapa yang pertama kali yang memperingati Maulid kata TGB yakni, para Wali Songo, menyebarkan Islam di Indonesia pada abad ke- 14 yang waktu itu, namanya masih nusantara, bentuknya kerajaan termasuk Kerajaan Mulawarman di Kuai Kartanegara.
"Ketika bangsa Indonesia Merdeka, pertama kali yang menyelengarakan Maulid Nabi yakni Bung Karno pada tahun 1950 di Istana Negara, menyampaikan bahwa pada diri Rasululah semangat untuk selalu menegakkan keadilan," katanya.
Diakhir tausiahnya, TGB juga menyampaikan pesan bahwa teruslah berbuat kebaikan. "Jangan putus, amalkan kebaikan itu, baik melalui organisasi bermasyarakat dan lainnya dan Tradisi yang baik harus terus dijaga dan dipelihara," demikian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. (*)