Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan lomba balap perahu ketinting dan lomba olahraga tradisional (oltrad). Lomba balap perahu ketinting atau yang biasa disebut ces dan oltrad ini bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2025 di Kukar.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar dalam rekapannya menyebutkan untuk tahun ini sebanyak 1.150 peserta turut berpartisipasi dalam perlombaan oltrad.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni mengatakan berdasarkan angka tersebut tentu menunjukkan antusias yang luar biasa.
“Lomba ini mempertandingkan empat cabang olahraga seperti belogo, menyumpit, ketapel dan begasing. Alhamdulillah tahun ini kami kembali memfasilitasi pelaksanaan olahraga tradisional untuk memeriahkan Erau,” kata Aji Ali kepada Korankaltim.com, Kamis (25/9/2025).
Ia menyampaikan, meskipun hanya empat jenis lomba yang dilaksanakan tahun ini, jumlah peserta tetap tinggi, bahkan, kehadiran peserta bukan hanya dari Kukar dan sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim), juga dari Kalimantan Utara (Kaltara).
“Saat penyerahan hadiah menyumpit, banyak pemenangnya berasal dari Malinau, Kaltara. Ini sebagai bukti bahwa kegiatan ini ditunggu-tunggu dan mendapat perhatian luas, terutama dari para penggiat olahraga tradisional dari semua penjuru Kalimantan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, olahraga tradisional ini terbuka untuk semua kalangan usia, tidak hanya anak sekolah melainkan masyarakat umum.
Dispora tidak membatasi usia, semua kalangan boleh ikut, karena olahraga tradisional ini lahir dari masyarakat, dan tujuannya untuk mempererat kebersamaan.
“Harapan kami, semua peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan semangat kekeluargaan dan sportivitas. Kegiatan ini bisa menjadi tolok ukur sejauh mana pembinaan olahraga tradisional di berbagai daerah, ini kesempatan bagus bagi para penggiat olahraga tradisional untuk unjuk kemampuannya atas hasil latihannya selama ini,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten III Setkab Kukar Dafip Haryanto menyatakan untuk lomba balap ketinting dalam perhelatan Erau adalah bentuk konkret dari ekonomi non-ekstraktif, yang menghidupkan pelaku UMKM, seniman, nakhoda, dan petani lokal. Menjadi daya tarik wisata unggulan, yang menarik kunjungan regional, nasional, bahkan internasional.
“Oleh karena itu, kami tidak hanya mendukung Erau secara simbolis, tetapi mengintegrasikannya ke dalam arus utama pembangunan daerah yaitu mewujudkan pengembangan pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal sebagai manifestasi dari Misi 4 RPJMD 2025–2029 serta menjadi poros pencapaian visi 17 program unggulan Kukar Idaman Terbaik,” jelasnya.
Menyaksikan lomba balap ketinting, sebuah bentuk olahraga rekreasi tradisional yang sangat dekat dengan jiwa masyarakat Kutai. Balapan perahu bermesin ketinting bukan sekadar perlombaan kecepatan, melainkan simbol ketangkasan, keberanian, dan kedekatan masyarakat Kutai dengan Sungai Mahakam sebagai jantung kehidupan, jalur transportasi, dan sumber mata pencaharian selama berabad-abad.
Adapun jumlah peserta yang mengikuti lomba sebayak 150 perahu, dari kelas Pemula (Piston Max 75mm) 40 peserta, kelas Umum (Piston Max 75mm) 60 peserta dan kelas Umum (Piston Max 94mm) 50 peserta.
Peserta hadir dari berbagai wilayah, baik lokal maupun eksternal, seperti Berau, Bontang, Kubar, Kutim hingga Kaltara, dan Kabupaten Kukar sebagai tuan rumah.
“Mari kita bersama – sama junjung sportivitas, jaga keselamatan bersama dan mengedepankan kebersamaan. Ini adalah olahraga rakyat yang partisipatif, yang tidak mengenal batas usia, status, atau wilayah,” harap Dafip.
Editor: Erwin