Ribuan orang memadati kawasan acara di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, tepatnya di Museum Mulawarman hingga Planetarium, sejak pagi untuk duduk bersila bersama di atas tikar panjang menikmati aneka hidangan khas yang telah disiapkan panitia.
Namun di tengah antusiasme masyarakat, ada pula cerita miris. Seorang ibu asal Loa Kulu yang enggan disebutkan namanya mengaku saudaranya tidak sempat mencicipi hidangan karena sudah habis lebih dahulu. “Saya sama saudara dari Loa Kulu. Saya sempat dapat makan kue, tapi sepupu saya ini tidak dapat sama sekali,” ungkapnya kepada Korankaltim.com usai acara beseprah pagi tadi
Padahal menurut wanita itu, sejak sekitar pukul 09.00 dirinya sudah berada di area Planetarium dan belum menyentuh hidangan yang tersaji. Namun ketika hendak mengambil, makanan sudah habis lantaran terlihat ada sebagian masyarakat yang membungkus untuk dibawa pulang. “Ya mau gimana lagi, jadi ya cuma merasakan jajak (kue),” katanya dengan nada sedih.
Tradisi beseprah sendiri sarat dengan filosofi kebersamaan, dimana sultan, pejabat pemerintah daerah dan masyarakat duduk sama rendah, makan bersama tanpa sekat. Panitia telah menyiapkan beragam hidangan mulai dari jajanan tradisional hingga makanan berat khas Kutai yang menjadi ciri khas setiap pelaksanaan beseprah.
Sebelumnya Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Afrilian Noor sudah mengingatkan untuk tidak membungkus makanan selama prosesi beseprah karena pada hakikatnya tradisi tersebut makan hidangan secara bersama-bersama.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan makna utama dari beseprah bukan sekadar makanan yang tersaji, melainkan nilai kebersamaan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak membungkus makanan yang disediakan. “Kita pengen makannya rame-rame di sini. Filosofinya, apa yang ada di depan kita apa yang bisa kita nikmati, itulah yang kita makan,” ujar Aulia.
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar M Saidar menyebut filosofi beseprah adalah makan bersama di tempat, bukan untuk dibawa pulang. “Tadi juga ada imbauan dari kepala Disdikbud Kukar agar masyarakat tidak membungkus makanan dalam kegiatan ini,” kata Saidar.
Pihaknya bersama jajaran Disdikbud Kukar berkeliling untuk memastikan seluruh masyarakat bisa merasakan hidangan yang tersedia dan dilakukan agar tidak ada warga yang hanya berdiri di pinggir, melainkan turut duduk bersama menikmati sajian.
“Dalam pelaksanaan tadi, semua masyarakat mendapatkan makanan. Saya sendiri bersama kepala dinas berkeliling, mengajak warga untuk duduk bersama, bergabung tanpa memandang dari OPD mana,” tutup Saidar.
Editor: Aspian Nur