Berlangsung sejak Minggu (21/9/2025) lalu, festival ini akan berakhir pada Kamis (25/9/2025) lusa. "Melalui Festival Perisean ini kami pererat silaturahmi. Perisean sebagai bagian dalam melestarikan seni dan budaya sasak Lombok, khususnya yang berada di Kutai Kartaegara," kata Ketua ASLI Kaltim M Hamdan Wirahadi.
Tidak hanya itu, dalam Festival Perisean Sasak Lombok juga akan dilombakan nyanyi minus one alias karaoke bernuansa Islami serta Pantun Sasak/bekesah.
"Kesenian dan budaya yang kita miliki begitu beragam, tentunya ini merupakan aset bagi seluruh masyarakat, sehingga perlu kita jaga bersama akan kelestariannya, dan bergandengan tangan dalam satu wadah seni dan budaya," kata Hamdan lagi.
Masyarakat khususnya warga Sasak Lombok yang berada di Kecamatan Tenggarong Seberang diajak turut menyaksikan festival ini
"Mari bersama-sama saksikan budaya Festival Perisean sebagai bagian dukungan terhadap pelestarian seni budaya yang ada di daerah, untuk terus lestari dan berdaya saing," tutup Hamdan. (*)