Muscab dirangkai dengan Simposium Ilmiah bertajuk "Bersatu dalam Kesejawatan, Satu IDI Terus Maju", yang menghadirkan tiga narasumber ahli. Para pakar tersebut membahas isu terkini terkait penyakit jantung, bedah saraf serta aspek etik, disiplin dan hukum dalam praktik kesehatan.
Arif mengaku dirinya mendapat tugas berat setelah kembali terpilih terutama ditengah dinamika kebijakan nasional seperti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. "Saya mengajak seluruh sejawat untuk aktif, kolektif dan berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja organisasi," kata Arif usai Muscab.
IDI Kukar merupakan mitra strategis pemerintah daerah. Untuk itu, dibutuhkan konsistensi dan sinergi kuat di internal organisasi guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. "Tujuan akhirnya adalah pelayanan kesehatan yang optimal dan menyeluruh bagi warga Kukar," tegasnya.
Tantangan profesi kedokteran ke depan akan semakin kompleks, baik dari sisi internal organisasi maupun tekanan eksternal. Karena itu, ia mendorong anggota IDI Kukar untuk terus adaptif dan meningkatkan kinerja. Fokus program kerja ke depan meliputi pembinaan, peningkatan kesejahteraan anggota, peningkatan kompetensi, perlindungan hukum, serta pengabdian masyarakat.
"Kami juga akan terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan organisasi profesi lainnya untuk mendukung visi besar Kukar Idaman Terbaik," jelas Arif.
Saat ini, jumlah anggota IDI Kukar tercatat sekitar 300 orang. Arif mengimbau seluruh anggotanya untuk terus mengikuti pendidikan kedokteran berkelanjutan yang kini lebih mudah diakses, berkat dukungan dan fasilitasi dari Kementerian Kesehatan RI.
"Dengan membentuk kepengurusan yang lebih efektif dan efisien, IDI Kukar akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," pungkasnya.
Editor Aspian Nur