Menyikapi kegiatan ini, maka diimbau kepada masyarakat khususnya kawasan wilayah terdampak yakni Kelurahan Bukit Biru, Kelurahan Jahab, Kelurahan Timbau, Kelurahan Rempanga dan sebagian Kelurahan Melayu untuk dapat menampung air terlebih dahulu antisipasi air tidak mengalir atau mati total selama pekerjaan berlangsung.
Dikonfirmasi terkait rencana pekerjaan perawatan kubikel ini, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno didampingi Kepala Cabang Tenggarong Sutikno mengatakan perawatan kubikel memang dilakukan secara berkala dan yang bertindak mengerjakan secara teknis adalah petugas dari PLN.
“Aman sesuai standar, ada yang enam bulan ada tiga bulan sekali perawatan maintenance, memang yang merawat itu PLN ada ganti oli pergantian kabel mereka semua itu yang mengerjakan,” katanya kepada Korankaltim.com, Senin (7/7/2025).
Sutikno yang didampingi Asisten Humas dan Protokol Tirta Mahakam Ali Murdani menjelaskan kubikel yang dimaksud adalah berupa perlengkapan listrik fungsinya untuk membagi, pengendali, penghubung dan pelindung tenaga listrik yang masuk ke intake.
“Jadi dia mencegah kemungkinan yang tidak kita inginkan selama operasional. Pengaman, karena kalau tidak pakai itu tekanan listrik turun naik, dan memang maintenance nya berkala, dari PLN itu sebelum kegiatan pasti koordinasi sama kita,” jelasnya.
Khusus intake IPA II Bukit Biru ini terpaksa memang harus mematikan seluruh pasokan listrik dan tidak bisa digantikan dengan tenaga listrik cadangan dari genset karena letak kubikel dan genset berdekatan. Beda halnya, pada intake IPA I Sukarame, kubikel dan genset letaknya berjauhan.
“Sehingga pada saat perbaikan kubikel tetap bisa kita operasikan mengganti dayanya dengan genset, kalau bukit biru tidak berani karena PLN tidak berani mengerjakan karena tidak safety kan karena terlalu dekat. Estimasi pengerjaannya satu hari, kalau dari PLN dari jam 9 pagi sampai setengah 5 sore, mudahan saja tidak ada kendala,” tegasnya.
Editor: Erwin