Dari surat itu Aulia pun melakukan peninjauan dan melihat rumah yang dimaksud rusak parah dengan plafon yang berlubang, keramik retak dan bagian depan rumah yang amblas. Kondisinya sudah tidak layak untuk dihuni.
"Ibu tersebut mengirimkan surat tulisan tangan secara langsung kepada kami. Dalam suratnya dia menjelaskan dirinya seorang janda dengan tiga anak dan rumahnya mengalami kerusakan berat akibat longsor," kata Aulia kepada Korankaltim.com Rabu (2/6/2025).
Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan laporan dari ketua RT setempat yang sebelumnya sudah mengetahui kondisi rumah ibu tersebut. Setelah dicek ke lapangan, Aulia memastikan kondisi rumah memang tidak layak huni dan perlu penanganan segera.
“Kejadian ini pelajaran penting bagi kita semua. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan seperti memadamkan api tunggu apinya muncul baru bertindak tapi harus dimulai dari mitigasi, mencegah potensi bencana sejak dini,” jelas Aulia.
Pemerintah Kabupaten Kukar sudah menyusun strategi mitigasi bencana yang lebih terstruktur melalui BPBD Kukar, bersama tim teknis telah diminta menyusun buku Mitigasi Bencana sebagai panduan kerja lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Dengan adanya buku mitigasi bencana, OPD-OPD teknis akan memiliki panduan yang jelas mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan. Harapannya, jika bencana terjadi, dampaknya tidak akan sebesar yang kita alami saat ini," ucapnya.
Terkait relokasi, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) sudah menyiapkan lahan seluas 1,3 hektare di area belakang RSUD AM Parikesit.
“Kalau memungkinkan, warga kami relokasi kesana. Tapi saya juga sudah minta Dinas PU, Perkim serta Dinas Pertanahan untuk menyiapkan alternatif lahan tambahan. Kami ingin membangun rumah yang layak dan aman,” papar Aulia.
Hingga saat ini, tujuh rumah dilaporkan terdampak longsor di kawasan Gunung Pegat, lima diantaranya dalam kondisi rusak berat. Pemerintah tengah mengupayakan tempat penampungan sementara sambil memfinalisasi rencana relokasi permanen bagi warga terdampak.
Pemkab Kukar tidak akan tinggal diam dalam menghadapi musibah yang menimpa warganya. "Yang pasti, kami akan mengurus semua warga yang terdampak bencana, satu akan di relokasi, rumah yang lainnya akan diperbaiki," tutup Aulia.
Editor: Aspian Nur