Pertemuan khusus ini adalah kolaborasi seluruh petugas kloter, Tenaga Kesehatan Haji (TKH) dan Petugas Haji Daerah (PHD) untuk menyamakan persepsi dalam persiapan pendorong an jemaah menuju Armuzna dan teknis pelaksanaan puncak haji, yaitu wukuf di Arafah, mabit di Mina dan melontar jumrah di Jamarat.
“Mengingat pelaksanaan puncak haji tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, maka perlu dilaksanakan pertemuan secara khusus dengan seluruh jamaah sekaligus memberikan penguatan manasik haji,” kata Ketua Kloter 3 BPN Hairilah kepada Korankaltim, Selasa (3/5/2025).
Ia menjelaskan jika pada tahun-tahun sebelumnya puncak haji dilaksanakan dengan skema kloter penuh sejak di tanah air sampai kepulangan kembali ke tanah air, maka tahun ini skema itu berubah dengan sistem syarikah (sistem layanan haji yang dikelola oleh perusahaan swasta yang ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi).
Dalam pertemuan ini Hairillah menyampaikan bahwa pertemuan ini dimaksudkan agar jemaah mengetahui secara detil seluk beluk Armuzna dan mampu melaksanakan ibadah wukuf, mabit dan melontar jumroh serta tawaf Ifadah yang menjadi rangkaian rukun haji.
Pembimbing ibadah Herlenda menegaskan bahwa seluruh jemaah sudah mampu memahami dan mempraktekkan rangkaian puncak haji tersebut dan mampu melaksanakan secara mandiri.
Terkait kesehatan haji, dr. Devy menghimbau sekaligus meminta seluruh jemaah untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) dan banyak minum larutan oralite untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Dalam pertemuan jelang puncak haji ini tidak lupa jamaah mendoakan Bupati dan seluruh jajaran nya agar selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kesuksesan dan kemudahan dalam memimpin Kabupaten Kukar menjadi lebih baik, makmur, aman, nyaman dan damai,” demikian Hairilah melaporkan langsung dari Mekkah. (*)