Plh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kukar, Sigid J. Pribadi, menyebut rotasi dan mutasi sebagai bagian wajar dari dinamika organisasi yang sehat dan adaptif terhadap tantangan baru.
Dua posisi penting mengalami pergantian, yakni Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus). Kasi Pidum sebelumnya, Guntoro, yang telah menjabat selama tiga tahun, kini dipercaya menempati posisi strategis di bidang narkotika pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
“Ini merupakan bentuk promosi, walau secara struktural setara, tapi penempatannya kini di Kejati. Terima kasih atas pengabdiannya yang sangat luar biasa,” jelasnya, Selasa (27/5/2025).
Posisi Guntoro kini diisi oleh Danang Leksono Wibowo, seorang jaksa yang telah malang melintang di berbagai daerah, termasuk sebagai Kasi Intel di Bontang dan Kutai Timur (Kutim). Menurut Sigid, promosi Danang menjadi Kasi Pidum di Kukar merupakan bentuk pengakuan atas kinerja baiknya di wilayah kelas dua dan kini diamanahi tanggung jawab di kelas satu.
Sementara itu, posisi Kasi Pidsus kini dipegang oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB), I Wayan Wasita. Ia menggantikan Irawan yang kini juga mendapat promosi sebagai Kasi Pengendalian Operasi pada Pidsus Eksentris Kejati Kalimantan Utara di Tanjung Selor.
“Ada Pak Irawan juga yang kinerjanya sangat bagus, rotasi ini, bukan hanya sebagai penyegaran, namun juga menjadi momen penting untuk memperkuat penegakan hukum, khususnya dalam menangani kasus-kasus korupsi,” ungkapnya.
Dengan hadirnya tenaga-tenaga baru ini, kinerja Kejaksaan Negeri Kukar diharapkan dapat semakin meningkat. Dengan pengalaman baru bidang Pidsus dan Pidum menjadi optimistis akan ada pengungkapan tindak perkara.
Ia juga menyinggung meningkatnya perkara yang kini ditangani Kejari Kukar, termasuk kasus tambang ilegal serta tindak pidana di bidang kehutanan. Tantangan tersebut, menurutnya, membutuhkan strategi penegakan hukum yang kuat dan integritas tinggi dari seluruh jaksa.
Sigid menyampaikan optimisme bahwa dengan regenerasi dan penyegaran personel ini, Kejari Kukar mampu menjadi bagian penting dari institusi penegak hukum yang dipercaya publik, bahkan diakui secara nasional dan global.
“Penegakan hukum sekarang sudah jauh lebih baik, masyarakat juga percaya. Semoga kinerja Kejari Kukar ini terus meningkat dan kejaksaan menjadi lembaga yang paling dipercaya, tanpa adanya lagi perbuatan diluar dari ketentuan para jaksa,” pungkasnya.
Editor: Erwin