Finza Arumi Salsabella Wakili Kukar di Ajang Puteri Muslimah 2025
3 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM,TENGGARONG – Salah satu putri terbaik Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terpilih menjadi finalis dalam ajang Puteri Muslimah Kalimantan Timur (Kaltim) 2025.
Adalah Finza Arumi Salsabella, dara asal Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kukar. Putri dari pasangan Mohamad Jamhari dan Fitriani ini mengaku awalnya mendaftar pada ajang tahun ini dan berhasil melalui setiap tahapan seleksi.
Pada pertengahan Mei, ia bersama belasan peserta lainnya yang lolos ke tahap berikutnya, lalu mengikuti masa karantina selama beberapa hari di Hotel Grand Verona, Samarinda.
“Tahapannya terpilih mewakili Kukar diawali dengan daftar dan mendapatkan like postingan yang banyak. Setelah itu mengikuti sesi photoshoot dan lanjut karantina di bulan Mei. Selama karantina kami mendapatkan materi seperti public speaking dan segala macamnya tentang Puteri Muslimah, baik tentang kecantikan kesehatan dan segala macamnya. Kemudian hari kedua interview. Selama karantina itu kami sudah dinilai sama juri nya,” kata Finza kepada Korankaltim.com, Jumat (23/5/2025).
Selanjutnya, dalam ajang unjuk bakat, Finza dua kali berhasil masuk tiga besar, yakni pada kategori gaun terbaik dan profil dengan jumlah penonton terbanyak.
Belasan finalis yang berasal dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim ini selanjutnya akan mengikuti grand final yang akan digelar di Odah Bebaya Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim pada 30 Mei mendatang.
“Saya mengikuti ajang Putri Muslimah Kaltim 2025 sebagai bentuk ikhtiar untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat identitas sebagai muslimah yang berakhlak, cerdas dan inspiratif serta sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat dan daerah saya,” ujarnya.
Sebagai anak ketiga dari lima bersaudara, Finza tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sederhana namun penuh nilai-nilai keislaman, kedisiplinan dan kasih sayang. Kedua orang tuanya selalu menanamkan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan tidak berhenti belajar dalam segala kondisi.
“Saya percaya bahwa melalui ajang ini, saya tidak hanya bisa memperluas wawasan dan jaringan, tetapi juga memperkuat peran sebagai perempuan muslimah yang membawa perubahan positif di masyarakat. Jadi saya itu ingin menginspirasi wanita zaman sekarang, lewat ajang ini setidaknya bisa menginspirasi yang lainnya. Semoga ajang seperti ini bisa terlaksana terus setiap tahunnya, terima kasih Ichal Management selaku pihak penyelenggara,” harap Finza.
Untuk diketahui, ajang ini terbuka untuk remaja putri muslimah berusia 16 – 27 tahun. Meskipun mengusung konsep beauty pageant, Fahrizal Syam selaku perwakilan Ichal Management sebagai pihak penyelenggara menjelaskan bahwa kehadiran Putri Muslimah Kaltim ini menekankan pada wawasan, pemahaman nilai keislaman dan potensi diri.
“Kami ingin menciptakan ruang bagi para remaja Muslimah untuk berkreasi dan percaya diri. Cantik itu relatif, tapi wawasan dan keberanian tampil adalah poin utama,” tuturnya.
Tak hanya itu, Fahrizal juga menegaskan bahwa ajang ini juga berperan untuk menghilangkan stigma bahwa perempuan berhijab tidak bisa ikut terlibat di ruang publik atau dunia kreatif.
“Kebanyakan ajang duta atau pageant identik dengan yang tidak berhijab, ya kan. Nah, kami ingin menghapus stigma itu. Bahwa berhijab bukan penghalang untuk anak-anak kita lebih aktif dan berprestasi,” paparnya.
Ichal Management terus berkomitmen untuk menjalankan ajang ini setiap tahun, dengan atau tanpa dukungan pendanaan dari pihak luar.
“Kami sudah sembilan tahun konsisten. Apa pun risikonya, kami tetap jalan karena ini soal komitmen dan keberlanjutan,” tegas Fahrizal.
Sebagai informasi, malam grand final Putri Muslimah akan digelar pada 30 Mei 2025 di Lamin Etam, Samarinda. Selain penilaian dewan juri, pemenang akan mendapatkan kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan sosial dan edukatif bersama PKK Kaltim.
Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung penampilan, tetapi juga wadah pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan pengarusutamaan nilai-nilai Islam dalam dunia remaja dan perempuan.
Editor: Erwin









