Kerusakan jalan di kawasan tersebut membuat akses masyarakat terganggu. Mereka yang ingin melintas terpaksa menunggu berjam-jam akibat jalan yang tergenang dan rusak.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian bersama pihak kecamatan segera bergerak mencari solusi. Satu diantara upaya perbaikan yang diusulkan adalah penimbunan jalan rusak dengan batu agar akses warga bisa kembali lancar.
Kapolsek Kenohan Iptu Nelson Eddy Bojoh, memastikan penanganan sementara jalan rusak segera dilakukan dalam dua hingga tiga hari ke depan.
“Kami sudah buka posko pengaduan di Polsek, Kecamatan, maupun kelurahan untuk menampung langsung aduan masyarakat,” kata Nelson kepada Korankaltim.com Jumat (25/4/2025).
Langkah cepat ini menjadi bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap akses vital warga. Jalan berlubang hingga beberapa wilayah aksesnya yang memutus jalur utama memang menjadi kendala besar, begitu pula jalur lainnya warga sempat menggunakan perahu untuk beraktivitas namun tidak dibiarkan berlarut oleh pihaknya.
“Memang biayanya cukup lumayan untuk penyeberangan jalur alternatif, sampai Rp100 Ribu per kendaraan dan kami pastikan ini tidak terus menerus, tapi kami sudah berkoordinasi dengan camat dan pihak terkait agar kondisi ini segera diatasi,” sebut Nelson lagi.
Langkah yang diambil adalah meratakan jalur sementara dengan batu agar bisa dilalui kendaraan. Selain itu, opsi pembangunan tanggul juga menjadi pertimbangan jangka menengah. “Kami sarankan dibatu rata dulu jalur yang bolong ini. Tapi tentu kita serahkan kepada kontraktor yang lebih paham secara teknis,” jelasnya.
Antrean kendaraan yang mengular hingga berkilo-kilometer menunjukkan pentingnya jalur ini bagi aktivitas warga. Namun dipastikan kondisi masih terkendali dan tidak ada korban jiwa maupun gangguan kesehatan yang muncul sejauh ini.
“Syukurnya, sampai saat ini tidak ada laporan korban atau keluhan penyakit dari warga. Kami tetap pantau terus dan siap menindaklanjuti jika ada keadaan darurat,” tutup Nelson.
Editor: Aspian Nur