Stunting Bukan Hanya Soal Gizi
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: */Erlita Budiarti
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmennya dalam mendukung penurunan angka stunting di wilayahnya.
Plt Kepala Disperkim Kukar, Aidil mengatakan dinas ini telah mengembangkan berbagai program strategis untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu program unggulan Disperkim Kukar adalah penyediaan air bersih dan pembangunan sarana sanitasi atau Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Program ini menyasar langsung kebutuhan mendasar warga, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi tinggi mengalami stunting.
"Program ini sudah jalan, guna penuruanan angka stunting dengan meningkatkan kualitas air bersih hingga pembangunan MCK," jelasnya.
Aidil menyampaikan bahwa berdasarkan data dan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan terkait dengan penanganan stunting, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal sanitasi dan akses air bersih. Hal ini juga merujuk pada data By Name By Address (BNBA) yang menunjukkan titik-titik sebaran kasus stunting.
“Kami bergerak berdasarkan data yang ada. Dengan identifikasi wilayah yang memiliki potensi stunting tinggi maupun yang sudah terdampak, kami bisa lebih fokus dalam menentukan titik pembangunan MCK,” tuturnya.
Sejumlah lokasi telah ditetapkan sebagai prioritas pembangunan MCK tahun ini. Disperkim Kukar berkomitmen memastikan pembangunan tersebut tepat sasaran, berkualitas dan bermanfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor dalam penanggulangan stunting, di mana peran infrastruktur sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni. Air bersih dan sanitasi yang baik menjadi fondasi penting untuk mencegah stunting pada anak-anak.
“Stunting tidak hanya soal gizi. Lingkungan yang bersih dan sehat juga sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Karena itu, kami insyaallah terus terlibat aktif dalam membentuk lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.
Tak hanya itu, Aidil menambahkan bahwa capaian pelayanan air bersih di Kota Tenggarong saat ini sudah mencapai sekitar 92 persen. Meski demikian, pihaknya tidak ingin berpuas diri dan terus mendorong agar pelayanan air bersih bisa menjangkau seluruh masyarakat secara merata.
“Kami menargetkan optimal pelayanan air bersih. Ini bukan hanya target angka, tapi komitmen kami agar tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengakses air bersih,” tegasnya.
Selain itu, pembangunan sarana MCK juga menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah-daerah padat penduduk atau terpencil yang selama ini belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.
Dengan sinergi bersama OPD lainnya dan dukungan masyarakat, Aidil optimis bahwa program-program Disperkim Kukar akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan dalam peningkatan kualitas hidup warga Kukar.
Ia juga berharap agar upaya yang dilakukan tidak hanya menjadi proyek semata, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan demi mewujudkan generasi yang sehat, kuat dan cerdas.
“Harapan kami ke depan, program-program ini tidak berhenti di sini. Kami ingin terus menjadi bagian dalam pembangunan Kukar yang lebih baik, dan berkontribusi aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.
Disperkim Kukar terus menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera melalui program-program inovatif yang menyentuh langsung kepada warga. (*/kk)










