Camat Tabang Rakhmadani Hidayat menjelaskan, desa yang terdampak banjir meliputi Desa Belinau, Desa Tiq, Desa Kebaq, Desa Sidomulyo, Desa Umaq Bekuay, Desa Kampung Baru, Desa Umaq Tukung, Desa Muara Ritan dan Desa Gunung Sari.
Sabtu (5/4/2025) sore akhir pekan tadi hingga Minggu (6/4/2025) pagi kemarin air masih menggenang dan merendam pemukiman warga. “Kondisi hari ini air di Sungai Belayan sempat menurun tapi hujan kembali turun di Tabang kemarin membuat sebagian wilayah masih terendam banjir,” kata Rakhmadani kepada Korankaltim.com Senin (7/4/2025) hari ini.
Banjir susulan diharapkan tak terjadi, namun yang dikhawatirkan adalah debit air meningkat karena Sungai Mahakam yang menjadi muara dari Sungai Belayan juga mengalami kenaikan permukaan air Sungai Belayan tertahan dan menyebabkan banjir yang lebih luas.
“Semoga air cepat turun karena kalau terjadi banjir susulan, dampaknya bisa cukup besar. Apalagi saat ini air Sungai Mahakam juga naik, yang dapat menahan aliran air dari Belayan untuk turun. Ini berpotensi memicu banjir di kecamatan sekitar seperti Kembang Janggut dan Kenohan,” paparnya.
Data jumlah rumah terdampak belum dapat dipastikan karena masih menunggu laporan resmi dari pemerintah desa setempat. Koordinasi terus dilakukan oleh aparat kecamatan, BPBD Kukar serta relawan di lapangan guna memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan darurat bila diperlukan.
Warga diimbau tetap waspada, mengikuti informasi dari pihak kecamatan, dan segera mengungsi ke lokasi aman bila air kembali naik secara signifikan. "Beberapa jalan masih di genangi banjir, semoga segera surut karena kalau naik bisa menyebar ke Kecamatan lain," tutup Rakhmadani.
Editor: Aspian Nur