"Di Kutai Kartanegara, umat Hindu dari berbagai daerah, seperti Kecamatan Muara Kaman, Loa Kulu, Loa Janan, dan Separi, berkumpul di tempat yang sama untuk melaksanakan ibadah ini, Berkat dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten, perayaan dapat berlangsung dengan lancar tanpa kendala," kata Ida Bagus.
Kerajaan Kutai Kartanegara yang terletak di tepi Sungai Mahakam, memiliki sejarah panjang dengan ajaran Hindu. Sejak abad ke-4 Masehi saat Raja Mulawarman memimpin Kerajaan Hindu berkembang pesat di tanah Kutai. Dirinya memberikan pesan khusus sebelum umat Hindu akan melakukan keheningan selama 24 jam hari Sabtu nanti. Diharapkan umat Hindu memanfaatkan momen ini untuk introspeksi diri, merenungkan perbuatan di tahun sebelumnya serta memperbaiki hubungan dengan Tuhan, sesama manusia dan alam.
"Sungai Mahakam memiliki peran penting bagi kita semua, terutama bagi umat Hindu. Dalam filosofi Hindu, air adalah sumber kehidupan, dan Mahakam dianggap sebagai wujud nyata dari Maha Kama (kebesaran alam). Oleh karena itu, umat kita diingatkan untuk menjaga kesucian Mahakam dengan tidak membuang sampah sembarangan," paparnya.
Perayaan Nyepi di Kukar juga mencerminkan kerukunan antar umat beragama. Pemerintah dan masyarakat dari berbagai latar belakang turut mendukung agar umat Hindu dapat menjalankan ibadah dengan nyaman. Toleransi dan rasa hormat antar agama terus terjaga, menunjukkan bahwa Kukar adalah daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam keberagaman.
"Perayaan Nyepi di Kutai Kartanegara bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momen sakral untuk mencapai keseimbangan dalam kehidupan," tutup Ida Bagus.
Editor: Aspian Nur