Peristiwa ini memicu kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan diri serta barang berharga mereka.
Menurut pemilik rumah, Hasnan, kebakaran diduga dipicu oleh sekelompok anak-anak yang bermain petasan dan diduga masuk melalui jendela dan mengenai material gorden, yang kemudian memicu api.
“Dugaan anak bermain petasan kena ke rumah, api langsung membesar saat itu,” ucapnya.
Warga yang panik langsung menghubungi petugas kebakaran dan langsung mendapatkan respons dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kukar.
“Saya bersama rekan langsung masuk ke unit pemadam, datang ke lokasi langsung melakukan pemadaman gerak cepat pokoknya,” ujar Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani.
Petugas pemadam kebakaran segera bergerak cepat untuk mengendalikan api. Berkat kerja keras tim di lapangan, kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu 15 menit. Dalam proses pemadaman, sebanyak 10 unit pemadam dikerahkan.
Berdasarkan data, dua rumah terdampak dalam kejadian ini satu mengalami kerusakan berat, sementara yang lain rusak ringan.
Fida mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama selama bulan Ramadan, ketika penggunaan api dan listrik cenderung meningkat.
“Kami meminta warga tetap waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain petasan di area permukiman, begitupun ketika bepergian pastikan semua aman,” pungkasnya.
Editor: Erwin