Dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (12/2/2025) hari ini, Camat Tabang Rakhmadani Hidayat mengatakan ada kesalahan posisi truk saat berada diatas kapal LCT yang kurang diperhatikan sehingga musibah itu terjadi.
"Posisinya kurang seimbang sehingga ketika LCT itu ingin menyeberang, melakukan sedikit manuver, truk bermuatan ini otomatis bergeser ditambah terdapat muatan tanah di dalam truk itu," sebut Rakhmadani.
Diketahui peristiwa itu sempat menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial. Dua truk pengangkut tanah itu tercebur saat hendak menyeberang ke Sungai Belayan, Desa Gunung Sari Seberang.
Menanggapi persoalan ini, Pihak Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Gunung Sari sudah mengkonfirmasi kalau tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Syukurnya tidak ada korban jiwa, karena pengemudi truk ini memang diharuskan keluar daripada kabin saat menyebrang menggunakan LCT," tuturnya.
Langkah preventif yang dilakukan masih memonitor dari jarak jauh. Terkait ganti rugi, mereka siap memfasilitasi jika nantinya ada mediasi dan mencari jalan keluar secara kekeluargaan.
"Karena jarak tempuh antara kecamatan dan desa sekitar 60 kilometer, kemungkinan besok saya kesana untuk mitigasi dan kecamatan siap memfasilitasi bilamana tidak ada titik temu antara pihak LCT dan pemilik dum truk," tutup Rakhmadi.
Editor: Aspian Nur