Musrenbang yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Baru terasa spesial karena dihadiri oleh Camat Tenggarong Sukono, Wakil Ketua II DPRD Kukar Abdul Rasid, Anggota Komisi I DPRD Kukar Desman Minang Endianto dan Anggota DPRD Provinsi Kaltim Firnadi Ikhsan dan Lurah Baru Bayu Ramanda.
Kegiatan juga turut diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur Forkopimca Tenggarong, bersama seluruh pengurus RT serta masyarakat setempat.
“Kita melaksanakan Musrenbang di Kelurahan Baru di mana hari ini banyak sekali usulan keinginan warga untuk membangun di wilayah masing-masing RT yang berjumlah 18,” kata Camat Tenggarong Sukono kepada Korankaltim.com usai Musrenbang.
Sukono menyebutkan dari usulan tersebut, dilakukan pengelompokan antara wewenang kecamatan dan wewenang OPD, yang kemudian disesuaikan dengan usulan dari pihak kelurahan.
“Supaya tidak tumpang tindih kalau untuk kecamatan ya ada porsinya yaitu di bawah Rp200 juta kalau lebih berarti di OPD yang menghandle,” sebutnya.
Menurut Sukono, dari kegiatan Musrenbang tingkat kelurahan dan desa, masalah infrastruktur menjadi perhatian utama, terutama jalan-jalan gang dan drainase.
“Itu yang rata-rata mereka usulkan drainasenya, kalau drainase baik Insya Allah tidak ada banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Baru Bayu Ramanda sangat bersyukur atas perhatian luar biasa yang diberikan tidak hanya oleh OPD terkait tetapi juga para anggota DPRD, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Secara umum, permintaan dalam Musrenbang sama dengan kelurahan lainnya, yaitu infrastruktur. Masalah yang sering dibahas dan diulas adalah banjir, terutama di Tambak Rel. Namun, setelah selesainya pembangunan box culvert di Gang Tujuh terjadi percepatan penurunan air sehingga genangan tidak berlangsung lama.
“Insya Allah tahun ini OPD terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum akan mengambil langkah baru untuk mencoba mengatasi pada jalur-jalur air lainnya sekalian juga konektivitas gang-gang per wilayah RT,” jelasnya.
Editor: Erwin