Hal ini sebagai bentuk dukungan penataan kota dan penanggulangan banjir ketika curah hujan tinggi dibarengi dengan kondisi Sungai Mahakam sedang pasang.
Lurah Timbau Marten Hedy Yudha Murhans mendorong semua pihak turut mendukung upaya bersama dalam hal penanganan banjir, termasuk percepatan pembebasan lahan warga seperti yang terjadi di kawasan drainase Jalan Putri Kencana menuju Gang Husin Jalan KH Akhmad Mukhsin, Tenggarong.
“Kelurahan Timbau yang menjadi prioritas adalah penanggulangan banjir. Salah satu kawasan yang perlu penanganan adalah yang dulu pernah disidak pak Bupati yaitu tembusan Jalan Naga, Putri Kencana dan Gang Husin,” kata Marten kepada Korankaltim.com, Kamis (30/1/2025).
Pantauan langsung Korankaltim.com, pada ruas jalan Putri Kencana menuju tembusan ke Gang Husin ditutup secara sepihak oleh warga pemilik lahan. Dari informasi yang dihimpun, warga pemilik lahan menolak membuka jalur tersebut karena belum ada pembebasan lahan atau kesepakatan harga dengan pihak pemerintah.
“Di dinas pertanahan sudah dilimpahkan pembebasannya, kami juga belum tahu persis sampai dimana apakah masih berlanjut atau tidak, karena kemarin informasinya belum ada kesepakatan (harga, red) dengan yang punya tanah,” ungkapnya.
Pihak Kelurahan Timbau berharap segera ada kesepakatan yang terjalin antara warga pemilik lahan dan dinas pertanahan. Diharapkan kesepakatan harga yang ditentukan juga tidak terlalu tinggi dari batas ketentuan dari yang diatur oleh peraturan yang berlaku.
“Harapan kami ya segera, karena kalau pemerintah pastinya menggunakan standar appraisal itu, tapi kalau memang di atas kan tidak bisa juga memaksakan, nanti justru jadi temuan, makanya mungkin kami berharap pihak warga lah yang bisa legowo, kan ini untuk kepentingan semua masyarakat,” harapnya.
Penanggulangan banjir dalam hal ini perbaikan dan pembangunan drainase memang menjadi prioritas di Kelurahan Timbau. Saat ini diakui Marten, banjir yang terjadi sudah tidak separah beberapa tahun lalu, karena sudah ada kegiatan perbaikan drainase yang dilakukan pemerintah, baik melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) maupun kegiatan yang dialokasikan bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Kukar.
“Ya memang ada masih banjir di beberapa daerah yaitu kawasan RT 14 yang nama jalan-jalan nya dengan nama ikan itu, Cuma kan tidak separah seperti dulu lagi, dia cepat turunnya. Persoalan banjir ini akan kita suarakan di Musrenbang Kelurahan nanti dan kita rencanakan mengundang Bappeda Dinas PU mudah-mudahan bisa datang,” pungkasnya.
Editor:Erwin