Seiring dengan perkembangannya, banyak dilakukan pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun drainase. Namun, kondisi jalan mulus yang menjadi ciri khas Kota Raja ini terciderai oleh lubang di ruas jalan kawasan objek wisata, tepatnya di depan Jembatan Reporepo, Kelurahan Timbau.
Lubang berukuran puluhan sentimeter ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga telah memakan banyak korban kecelakaan lalu lintas tunggal, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Dalam semalam tadi sudah ada dua orang pengendara motor yang terjatuh gara-gara lubang itu, bahkan siang ini ada ibu-ibu bawa sayur jatuh, kasihan lecet-lecet kakinya,” kata salah seorang warga Tenggarong Asriansyah (38) kepada Korankaltim.com, Senin (27/1/2025).
Menyikapi keluhan masyarakat ini, Lurah Timbau Kecamatan Tenggarong Marten Hady Yudha Murhans berharap segera ada tindak lanjut dari dinas terkait dan diharapkan segera dipasang plang atau rambu-rambu pemberitahuan di titik tersebut agar tidak terulang laka lantas serupa merugikan pengendara yang melintas.
“Yang jelas pertama diharapkan ada pemberitahuan di situ seperti plang terus juga warga diminta berhati-hati, untuk dinas terkait seperti Dinas PU mungkin bisa secepatnya menambal karena saya rasa tidak terlalu besar juga biaya yang diperlukan,” harapnya.
Mantan Lurah Loa Ipuh ini menegaskan pada pekan ini akan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.
Dalam forum tersebut, dirinya juga akan menyuarakan keluhan warga salah satunya terkait akses ruas jalan yang rusak.
“Hari Jumat 31 Januari nanti kami Musrenbang kelurahan, termasuk pada Musrenbang tingkat kecamatan juga akan kami suarakan supaya di-push. Diharapkan kepada dinas terkait segera menanggulangi agar tidak ada lagi terjadi korban laka lantas di kawasan tersebut,” tegas Marten.
Sementara itu, Dinas PU Kukar ketika dikonfirmasi terkait persoalan ini belum memberikan respons.
Editor: Erwin