Meskipun lapangan berlumpur, semangat para Paskibra tetap membara untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Peringatan tersebut turut dihadiri oleh ribuan masyarakat, termasuk pelajar, guru dan jajaran perangkat daerah.
Edi Damansyah menyatakan bahwa peringatan ini sangat penting sebagai momen untuk mengulas kembali sejarah masa lalu. Dulu, Sangasanga pernah menjadi pusat perekonomian pada masa penjajahan Belanda, dan kini telah bertransformasi.
“Kembali kilas balik, menengok Sangasanga di masa lampau, kita ini dulunya merupakan pusat perekonomian penting bagi belanda. Ada 613 sumur minyak yang beroperasi menghasilkan 70.000 ton minyak setiap bulannya,” jelasnya dalam sambutannya, Senin (27/1/2025).
Tak lupa, aktivitas ekonomi ini juga ditunjang di masif adanya keberadaan tujuh dermaga yang kegiatannya memuat barang dan penumpang kapal. Namun sayangnya pada masa itu, kejayaan ekonomi hanya dinikmati oleh pihak kolonial, yang menyebabkan kesenjangan ekonomi antara penjajah dan pribumi.
“Miris sekali, para pekerja pribumi kala itu menduduki posisi sangat rendah dan pendapatan yang sangat jauh dari kata layak,” ucapnya.
Kondisi ketidaksetaraan ini memicu keinginan untuk merdeka, yang akhirnya memunculkan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga pada 27 Januari 1947. Meskipun secara geografis, Sangasanga sebenarnya tidak dianggap strategis sebagai area pertempuran.
“Kita ingat pula pengorbanan Habib Abdul Muthalib, Supardi, Sastromihardjo, Habibah, Budiono, Akoeb, Herman Runturambi, Ronodiwiryo, Soekiman, Tukimin, Kusbi, Fathamsyah dan anggota-anggota BPRI lainnya yang aktif dalam melaksanakan perlawanan kepada Belanda dalam peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga,” tuturnya.
Dalam hal ini, Bupati Kukar mengajak seluruh masyarakat membawa nilai patriotisme dalam perjuangan merah putih yang diaktualisasikan oleh generasi muda saat ini.
“Aktualisasi perjuangan ini sudah seharusnya dilakukan melalui intelektualismen guna mengawal pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, mengupayakan peningkatan pendapatan, perumahan yang layak dan stabilitas pendidikan dan kesempatan kerja bagi semua masyarakat,” tutupnya.
Editor: Erwin