Perwakilan dari kontraktor proyek kegiatan ini Ramli kepada Korankaltim.com menjelaskan, prediksi pekerjaan membelah jalan dan membuat gorong-gorong di titik Jalan kawasan SDN 007 Teluk Dalam Tenggarong Seberang ini bakal memakan waktu selama kurang lebih satu pekan.
“Harusnya Senin lalu tapi baru kami kerjakan bersama Dishub dan Satlantas Polres Kukar kemarin, estimasi lima enam harian ya kurang lebih seminggu selesai,” kata Ramli Rabu (15/1/2025) pagi tadi.
Dalam teknisnya selama pekerja melakukan perbaikan gorong-gorong, petugas Dishub, Satlantas dan pekerja proyek berjaga di titik-titik untuk mengarahkan pengendara jalan yang melintas dari arah Kota Samarinda menuju Tenggarong. Titik pertama di kawasan eks loket pembayaran Jalur Dua Samarinda – Tenggarong Seberang menuju jalan RSUD AM Parikesit, kemudian titik kedua yakni di ruas halaman gerbang parkir RSUD AM Parikesit. Petugas mengarahkan pengendara baik dari arah Samarinda maupun yang keluar dari RSUD AM Parikesit tidak diperkenankan lewat akses utama jalan bawah kereta gantung namun diarahkan lewat di belakang jalur Gedung Puteri Karang Melenu (PKM).
Demi memperlancar rekayasi lalu lintas ini, petugas berjaga di titik-titik pengalihan jalan selama 24 jam non stop. Ps Kepala Unit (Kanit) Kamsel Lalu Lintas Polres Kukar, Aiptu Jujuk Indarto menambahkan mereka berkolaborasi dengan Dishub Kukar dan pekerja proyek yang ditugaskan menjadi flag man guna memandu kendaraan alat berat yang akan melintas.
“Bekerja 24 jam, kami harapkan semua bisa berjalan dengan baik. Yang dibelakang SD 007 itukan sering banjir, jadi dari Dinas Perkim membuat pembuangan air untuk pengaturan lalu lintas kami bantu bersama Dishub, semoga pekerjaan ini cepat selesai dan arus lalu lintas juga lancar,” jelas Jujuk.
Masyarakat diminta berhati-hati dengan spanduk serta panduan dan info rekayasa lalu lintas yang sudah disebarluaskan ke media social bisa dipahami secara seksama.
“Bagi warga Desa Perjiwa dan kawasan bantaran sungai ke Loa Raya dan seterusnya tetap bis,a kemudian bagi alat berat kendaraan besar tetap bisa melalui cuman dengan panduan flag man kan di setiap titik-titik ini kana da flag man nanti dipandu mereka untuk kelancaran perjalanan mereka, intinya semua bisa berjalan lah,” tutup Jujuk.
Editor Aspian Nur