Setelah menerima informasi dari masyarakat, perusahaan merespons dengan cepat dan segera menurunkan tim guna melakukan peninjauan lapangan dan pengambilan sampel untuk dapat diuji lebih lanjut.
Dalam keterangan resmi yang diterima korankaltim.com, Jumat (3/1/2025) Donny Indrawan selaku Manager Comrel dan CID Pertamina Hulu Indonesia mengatakan, perusahaan menerapkan praktik-praktik sesuai dengan standar yang ditetapkan demi mengoptimalkan pengelolaan dampak lingkungan atas kegiatan operasi minyak dan gas bumi guna menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
“Perusahaan menyampaikan pembukaan balong merupakan bagian dari kegiatan operasi yang telah dikaji secara saksama dengan memperhatikan aspek lingkungan dan dilakukan sesuai prosedur operasional standar. Kedua balong yang dibuka merupakan lokasi penampungan air hujan,” kata Donny
PHSS terus berkoordinasi dengan pihak yang berwenang dan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penanganan permasalahan ini dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mereka juga berharap agar semua pihak menghormati dan mengikuti proses yang dilakukan bersama instansi terkait yang berwenang.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan aset-aset hulu migas yang merupakan barang milik negara dan objek vital nasional,” sebut Donny
PT PHSS merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 yang dinakhodai oleh PHI. Dalam menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG (Environment, Social, Governance), PEP Tanjung Field bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, handal, patuh, dan ramah lingkungan.
Editor: Aspian Nur