“Cukup panjang perjalanan kami dari PDAM hingga Perumda, wajib disyukuri pada usia 33 tahun ini kami sudah memberi pelayanan di 20 kecamatan,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno didampingi Asisten Manajer Humas dan Protokol Wahono kepada awak media.
Diakuinya ada beberapa desa yang tidak terintegrasi dengan jaringan milik Perumda Tirta Mahakam namun mereka akan melakukan apa yang telah disampaikan bupati yakni melalui program Pamsimas Perumda Tirta Mahakam diminta mendampingi secara administrasi dan teknis.
“Sehingga kami tahu apa yang menjadi persoalan pamsimas oleh teman-teman desa, kami juga terintegrasi dengan Disperkim, kami akan segera rapat dan koordinasikan Pamsimas yang belum,” papar Suparno.
Pada 20 kecamatan se-Kukar Perumda Tirta Mahakam mempunyai 35 unit ranting dan cabang dari 193 desa dan 44 kelurahan dengan yang dikelola Perumda saat ini ada 152. Untuk tahun 2025 yang sebelumnya dikelola Pamsimas, maka akan diintegrasikan dengan Perumda, percepatan inilah yang diinginkan bupati bagaimana layanan Perumda Tirta Mahakam hadir di masyarakat.
“Kami nanti dengan DPMD Kukar akan melakukan kerjasama juga. Target 2025 ditetapkan 4.500 sambungan bisa tercapai, saat ini total sambungan baru 110 ribu SR, air bersih ini wajib untuk diberikan karena ini kewajiban pemerintah melalui Perumda,” tegasnya.
Usai apel dilakukan pemotongan tumpeng oleh bupati diserahkan ke karyawati senior Perumda Tirta Mahakam, selanjutnya dirangkai pengundian umroh untuk karyawan yang beruntung dan dilakukan prosesi penghargaan-penghargaan kepada cabang dan ranting Perumda Tirta Mahakam yang memberikan layanan terbaik selama 2024.
Apel pagi dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, Kepala Bagian Ekonomi Setkab Kukar Hariyo Martani, jajaran Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Mahakam Sabran, Suprianto, Yudi Aviantara, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Diperkim) M Aidil, Direktur Umum Herlina dan Direktur Teknik Abdul Latif.
Editor: Aspian Nur