Bambang mengatakan hal ini sebagai bentuk upaya menghidupkan kembali ikon Kota Raja Tenggarong.
“Terima kasih kepada Kemenparekraf atas dukungannya dalam penyusunan masterplan ini,” kata Bambang saat dikonfirmasi korankaltim.com, Rabu (9/10/2024).
Bambang menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak untuk memajukan pariwisata Pulau Kumala menuju masa depan yang lebih baik dan kembali menjadi objek wisata andalan di Kukar. Pjs Bupati sangat berharap apa yang tengah dilakukan ini benar-benar dapat mengembalikan kejayaan Pulau Kumala, yang menjadi daya tarik wisata paling ikonik di Kukar pada tahun 2000-an.
“Kita berharap bantuan dan petunjuk arahan dari Kemenparekraf RI untuk menghidupkan Pulau Kumala ini. Sehingga legenda Pulau Kumala yang dulu pernah hidup dan menjadi destinasi terbaik di Kalimantan Timur ini bisa hidup kembali,” tegas Bambang.
Untuk diketahui, pada Jumat (4/10/2024) Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf, Bambang Cahyo Murdoko menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait laporan akhir penyusunan rencana induk daya tarik wisata Pulau Kumala di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Jumat (4/10/2024).
Pada FGD tersebut, Bambang Cahyo menjelaskan penyusunan masterplan ini bertujuan untuk mengembangkan destinasi wisata di wilayah tengah dan timur Indonesia, khususnya Pulau Kumala yang terletak di Kabupaten Kukar.
“Kami berharap masterplan ini dapat menjadi panduan strategis dalam pengembangan infrastruktur pariwisata, promosi, pelestarian lingkungan dan budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya.
Pulau Kumala diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan, mengingat lokasinya yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan adanya masterplan ini, pembangunan destinasi Pulau Kumala akan lebih terukur dan terintegrasi sehingga mampu meningkatkan jumlah wisatawan serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Salah satu program untuk pengembangan destinasi di daerah adalah melalui dana alokasi khusus sektor pariwisata. Dan tentunya DAK pariwisata ini ada yang bersifat fisik, membangun sebuah atraksi, membangun amenitas, membangun aksesibilitas, dan juga non-fisik yakni membangun sumber daya manusia.
"Kemenparekraf RI bantu susun masterplan daya tarik wisata Pulau Kumala, upaya hidupkan ikon Kota Tenggarong. Kami dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif deputi bidang pengembangan destinasi dan infrastruktur terus mendukung, mendorong destinasi pariwisata yang berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan mulai dari pembangunan atraksinya dan juga pembangunan sumber daya manusianya,” terangnya.
Editor: Supiansyah