Terkait kerusakan di jalan tersebut, pihak Desa Pemekaran Jembayan Ilir saat ini tengah mencari alternatif. Kaur Umum Desa Persiapan Jembayan Ilir Rudy kepada Korankaltim.com menjelaskan, mereka sudah berkonsultasi dengan Polres Kukar, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) serta beberapa perusahaan di Loa Duri.
Beberapa alternatif tengah dicoba seperti pemindahan jalan khusus roda enam ke atas melintas di jalan perusahaan sementara jalan utama yang ada saat ini khusus roda dua dan roda empat yang tidak kelebihan muatan.
“Longsor awalnya 20 senti tiba-tiba naik jadi 60 senti, sekarang amblasnya mencapai 1,5 meter. Kami sudah musyawarah bersama namun masih mencari solusi terbaik dan saat ini mereka yang lewat masih menggunakan jalan yang amblas ini,” kata Rudy kepada Korankaltim.com Selasa (24/9/2024).
Penyebab longsor semakin dalam selain pergesaran kontur tanah juga kendaraan melebihi beban muatan membuat kondisi itu terjadi. “Padahal kami sudah mengimbau kendaraan alat berat jangan melintas jalan ini, tetapi ada saja oknum yang membuka akses jalan untuk muatan besar,” ungkapnya.
Desa Pemekaran Jembayan Ilir juga tidak dapat menutup jalan sepenuhnya, karena akses utama dan perputaran ekonomi berasal dari jalan itu. Ironisnya, akibat jalan yang semakin ambrol, pipa utama air bersih saluran menuju RT 4 dan RT 20 terputus, hal mana yang ratusan warga sulit beraktivitas karena sumber air terbatas.
“Sudah empat hari lebih air bersih mati, warga ada yang harus beli air tandon bahkan ada yang menggunakan air Sungai Mahakam untuk beraktivitas,” ucap Rudy.
Editor: Aspian Nur