Bahkan sudah banyak masyarakat baik Kukar maupun Samarinda yang mengandalkan akses melewati kawasan tersebut karena lebih menghemat waktu perjalanan yakni hanya sekitar 20 menit saja dibandingkan jalur dua Tenggarong Seberang – Samarinda yang memakan waktu sekitar 40-60 menit.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wiyono menjelaskan, proyek pembangunan jalan Jongkang – Samarinda memang kembali dikerjakan sejak 2023 lalu meski sempat mangkrak karena Dinas PU sudah merampungkan teknis pembebasan lahannya.
“Jalan Jongkang lama mangkrak, persoalan lahan tapi Alhamdulillah secara umum klir walaupun belum selesai semua, total anggaran untuk menyelesaikan lahannya saja sekitar Rp70 Miliar,” kata Wiyono kepada Korankaltim.com, Senin (23/9/2023).
Setelah merampungkan persoalan lahan, Dinas PU langsung tancap gas mengerjalan kegiatan fisik jalan dan pembangunan yang telah dilakukan itu saat ini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat walaupun jalan yang dibangun dengan semenisasi ini belum rampung 100 persen.
“Sudah bisa diakses, kami upayakan daerah poros selesai, jadi walaupun hujan sudah dilewati motor maupun mobil kecil, semuanya sudah bisa melintas,” papar Wiyono.
Dengan sudah tembus dan mudahnya akses Jalan Jongkang -Samarinda ini maka mobilitas masyarakat antar wilayah akan semakin mudah karena bisa memecah arus lalu lintas dengan tidak mengandalkan akses Jalan Tenggarong Seberang – Samarinda atau Tenggarong Loa Kulu Loa Janan - Samarinda saja.
“Lanjutan penyelesaian jalan Jongkang – Samarinda ini memang jadi focus pekerjaan kami karena nanti saat IKN sudah benar-benar pindah maka akses jalan bisa mempermudah semua baik untuk pemerataan pembangunan maupun percepatan peningkatan perekonomian masyarakat,” tutup Wiyono.
Editor: Aspian Nur