Direktur PT Bumi Mandala Energi, Giarto menyatakan karyawan itu terkena api di bagian rambut. “Sudah berhasil dievakuasi dan tidak terjadi luka berat,” ujarnya.
Kebakaran tersebut diduga akibat human error , saat karyawan berganti shift dan posisi sedang off produksi.
“Kalau dugaan saya ada keran gas terbuka sehingga ada tekanan dari sana, dan kran di sebelahnya lagi menyala,” tuturnya.
Dia memastikan proses penananganan sudah sesuai SOP industri.
“Karena dalam SOP industri pemadaman dilakukan secara perlahan, melalui proses pendinginan sampai radius panas benar-benar turun, sebab jika langsung memadamkan keseluruhan api akan membesar,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar), Fida Hurasani mengatakan proses pemadaman berlangsung lama karena api harus betul-betul padam.
“Pemadaman memakan waktu agak lama memang, lantaran kami harus menunggu benar-benar padam di dalam,” ungkapnya.
Disdamkar menerjunkan sembilan armada untuk menjinakkan api. Proses pemadaman juga dibantu kepolisian, BPBD dan relawan.
“Kami masih standby di tempat dan benar-benar memastikan keadaan aman agar tidak ada lagi percikan api, kami juga menyiapkan aliran air untuk pendinginan,” sebutnya.
Editor: Supiansyah