Sama halnya dengan yang dialami Luh Puan Pritaloka BB, siswi SMA 1 YPK Tenggarong ini.
Saat berbincang dengan korankaltim.com, Puan mengaku mendapatkan pendidikan yang ekstra keras dan luar biasa.
"Selama di pusdiklat saya ditempa dan dilatih oleh para pelatih yang selama ini luar biasa. Saya selama di pusdiklat ini sebenarnya berat, tapi akhirnya pas pengibaran sukses berjalan lancar. Ada perasaan bangga," kata Puan kepada, Sabtu (17/8/2024) petang tadi.
Selama mengikuti pusdiklat, Puan mengaku sangat rindu dengan orang tuanya. Tidak bisa bertemu dengan orang tuanya adalah cobaan terberatnya selama menjadi anggota Paskibraka.
"Setelah dua Minggu bisa ketemu mamah, rasanya luar biasa. Semuanya dikeluarkan, diceritakan dan hari ini dibuktikan rasanya itu pas pengibaran dan penurunan sukses, Alhamdulillah senang sekali," ucap anak pertama dari tiga bersaudara pasangan dari ayah Arya Putra Hartawan dan ibu Shinta Nurjani ini.
Puan berharap ikatan keluarga yang terbangun dengan sesama anggota Paskibraka 2024 ini terus terjaga dan langgeng sampai kapan pun.
"Tidak hanya hari ini, semoga yang akan datang akan tetap solid, tetap silaturahmi. Semoga jiwa korsa di paskibraka itu terus ada," harapnya.
Kepada para pelatih, Puan mengucapkan terima kasih telah mendidik sehingga dirinya berada di titik sekarang.
"Terima kasih kepada kakak pamong dan kakak pelatih. Pesan saya kepada adik-adik nanti, siapkan mental dan fisik setelah itu berubah habit-nya agar di pusdiklat itu terbiasa (menerima tempaan pendidikan, red)," demikian Puan.
Editor: Supiansyah