Turut hadir pada Safari Subuh Pemkab Kukar ke-256 ini unsur forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kantor Kemenag, Pimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Muhammadiyah dan seluruh pimpinan perseroan daerah (Perseroda) milik Pemkab Kukar yakni Direktur PT Tunggang Parangan (TP) Awang Muhammad Luthfi, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno, Direktur PT Kukar Sejahtera Dambaan Etam (KSDE) dan tuan rumah Direktur PT MGRM Efri Novianto.
Usai pelaksanaan salat subuh berjemaah yang dilaksanakan di Aula Kanto PT MGRM dilanjutkan silaturahmi dan membacakan doa selamat serta menyiramkan air kembang oleh Bupati Kukar untuk satu unit truk tangki baru PT MGRM yang akan ditempatkan di PT Ganda Alam Makmur (GAM) Sangkulirang guna menunjang bisnis Vendor Held Stock (VHS).
Bupati usai menyiram truk tangki dengan kapasitas 16 ribu liter ini mengatakan inilah yang seperti dirinya arahkan ke pimpinan PT MGRM supaya dana Participating Interset (PI) 10 persen pengelolaan blok mahakam itu bisa dijadikan modal untuk usaha. “Dan ini sudah dimulai dari saudara Efri ini jelas sudah core bisnis nya, harapan saya terus ada kreatifitas dan inovasi,” kata Edi kepada korankaltim.com, Jumat (16/8/2024).
Kalau hanya mengelola dana PI maka esensinya bukan begitu, karena, menurut Edi, dana PI itu harus ada sekian persen masuk ke kas daerah dan juga ada sekian persen yang di kelola BUMD.
“Saya terima kasih ini sudah mulai tertata dengan baik ya harapan saya tetap konsisten dalam menjalankan rencana ini, yang saya selalu tekankan agar integritas itu dijaga dengan baik,” harapnya.
Sementara itu, Direktur MGRM Efri Novianto mengucapkan terima kasih, karena untuk pertama kalinya MGRM ditunjuk menjadi tempat safari subuh Bupati Kukar.
Efri menjelaskan bahwa pihaknya banyak berbenah baik dari sisi internal maupun pengembangan bisnis. Seluruh aset yang ada telah menghasilkan dan berkontribusi pada pendapatan perseroan sehingga tidak lagi menjadi beban.
Gedung kantor dioptimalkan sebagai ruang kerja yang disewakan, aula kantor menjadi tempat pelatihan dan lobi dijadikan cafe, di sisi kanan dijadikan minimarket pengendali inflasi daerah.
“Usaha utama kami adalah trading solar High Speed Diesel (HSD) dan jasa handling Vendor Held Stock (VHS). Marketnya ada di Berau, Kutai Timur dan IKN. Hasilnya mampu menutupi beban opersional sehingga tidak ada lagi ketergantungan dengan PI 10 persen. Kami berharap agar dapat dibantu untuk men-supply kebutuhan solar industri di wilayah Kukar,” jelasnya.
Editor: Supiansyah