Namun harapan ini belum juga terlaksana seperti yang dialami BUMDes Usaha Bersama milik Pemerintah Desa Loa Pari, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Kepala BUMDes Usaha Bersama, Rafik mengungkapkan saat ini BUMDes yang dikelolanya sedang tidak baik-baik saja. "Kendalanya BUMDes kami ini di SDM-nya yang tidak ada, saya bekerja sendirian, dulu sempat bergerak di bidang usaha pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) namun setelah diterjang pandemi Covid-19 langsung tiarap karena kan paperless," kata Rafik saat berbincang korankaltim.com, Kamis (15/8/2024).
Berbagai upaya telah dilakukan Rafik dengan berencana beralih ke bidang usaha lainnya, misal pembuatan tusuk sate, mencoba peruntungan di sektor perikanan dengan budi daya keramba apung hingga yang terbaru ingin beralih ke sektor pariwisata.
"Namun upaya itu tidak kunjung terlaksana karena saya tidak ada teman, jadi memang kendalanya di SDM dan kami berharap dukungan dari pemerintah desa selaku komisaris BUMDes Usaha Bersama milik Desa Loa Pari ini," ungkapnya.
Ketika disinggung bagaimana upaya pihak BUMDes mengajak kolaborasi pihak perusahaan, Rafik menyatakan bahwa di Desa Loa Pari sudah tidak ada lagi perusahaan beroperasi. Dirinya pun berupaya untuk memaksimalkan potensi wisata desa. "Untuk niatan ini saya mengikuti workshop pelatihan terkait wisata di Balikpapan dan itu swadaya menggunakan dana pribadi, ini dengan tujuan niatan saya ingin membangun di desa, namun setelah mendapatkan bekal ilmu tersebut ingin mengimplementasikan di desa saya terkendala SDM, tidak ada yang menemani dan membantu saya, semoga saja niatan untuk membangkitkan kembali BUMDes Usaha Bersama ini bisa disupport oleh Pemerintahan Desa Loa Pari dan tokoh masyarakat, karena kalau saya sendirian saja ya tidak bisa," terangnya.
Kepala Desa Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika mengakui bahwa BUMDes saat ini stagnan, namun dirinya secara perlahan berkomitmen untuk kembali membangkitkan BUMDes ini yakni akan fokus kembali digerakkan ke sektor pariwisata.
"Sekarang stag, kemarin itu bergerak di bidang ATK grosiran nah pas pandemi hancur total, jadi upaya pertama yang akan kami lakukan adalah restrukturisasi pengurus BUMDes karena begitu pandemi pengurus itu mentalnya down, setelah restrukturisasi membenahi laporan-laporan baru kita jalan," terang Kades Loa Pari yang akrab disapa Sudik ini.
Senada dengan Kepala BUMDes, pihaknya juga bersepakat akan mengembangkan bisnis pada sektor pariwisata, namun tentunya hal ini bisa terlaksana dari kepengurusan BUMDes yang baru dengan semangat yang baru pula pastinya.
"Wisata desa ada potensi itu yang sudah kami garap mulai 2023 kemarin ya saat ini progresnya 20 persen karena baru memulai kan, nanti konsepnya ada camping ground dan ada mainan wahana air, perusahaan memang tidak ada jadi dituntut kreativitas dan inovasi pemerintah desa dan tokoh masyarakat dan pemuda Desa Loa Pari ini," tegasnya.
Editor: Supiansyah