Lima Desa di Kukar Masuk Nominasi Lomba Desa Digital Tingkat Kaltim
1 menit baca284 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM,TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DPM-Pemdes) Provinsi Kaltim saat ini sedang gencar melaksanakan penilaian Lomba Desa Digital Tingkat Provinsi.
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terpilih ada lima desa yang masuk nominasi untuk dilakukan penilaian lomba desa digital.
Lima desa itu ialah Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Desa Muara Ritan,.ke Kecamatan Tabang, dan Desa Sabintulung di Kecamatan Muara Kaman.
Kemudian Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan dan Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu.
“Jadi memang ada kegiatan dari DPM Pemdes Kaltim melakukan penilaian kepada desa-desa yang dianggap sudah melakukan memberikan pelayanan dengan digitalisasi, jadi diminta untuk menyampaikan beberapa desa, ada lima per-kabupaten, jadi lima desa itulah yang kita sampaikan,” kata Kepala DPMD Kukar, Arianto kepada korankaltim.com, Kamis (8/8/2024).
Arianto mengungkapkan untuk penilaian desa digital ini memang baru kali ini, jika sebelumnya itu ditunjuk saja, namun untuk penilaian tingkat nasional itu juga ada dilakukan teknis penilaian. “Tapi biasanya tidak berjenjang, hanya difasilitasi link, nanti desa yang daftar sendiri, tapi tahun ini kita diminta untuk mendaftarkan menyampaikan ke provinsi, nanti provinsi yang menyampaikan ke tingkat nasionalnya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, para peserta lomba desa digital ini merupakan desa-desa terpilih dari berbagai kabupaten, yang akan dinilai oleh tim ahli dari Diskominfo Kaltim, Universitas Mulawarman, dan praktisi IT.
Kriteria penilaiannya meliputi berbagai aspek penting seperti pengelolaan pemerintahan desa, profil dan statistik desa, keaktifan dalam publikasi dan media sosial, serta potensi desa yang dimaksimalkan melalui dukungan penganggaran, regulasi, dan sumber daya manusia IT di desa masing-masing.
“Jadi intinya desa-desa terpilih itu sudah semua penyelenggaraan pemerintahan pelayanannya, semuanya sudah maksimal dalam penggunaan digitalisasi,” demikian Arianto.
Editor: Supiansyah









