Edi dalam arahannya mengatakan pelepasan tenaga kerja asli Kukar ini wujud nyata implementasi salah satu program dedikasi Kukar Idaman yakni Kukar Siap Kerja.
"Sesuai permintaan perusahaan seperti mekanik, tenaga sopir DT (dump truck, red), memang dibutuhkan pendidikan dan pelatihan dari Program Kukar Siap Kerja itu memang berbasis pada kebutuhan," kata bupati kepada awak media.
Edi mengungkapkan agar program ini konsisten terlaksana, pihaknya mengarahkan Distransnaker untuk selalu berkoordinasi kepada para perusahaan guna meminta terkait berapa kebutuhan tenaga kerja nya, kemudian kualifikasi nya apa saja, sehingga pemerintah melalui Distransnaker menyambut ini dengan melakukan pendidikan dan pelatihan. Edi berterima kasih juga kepada perusahaan, karena memang dari sisi pagu pembiayaan pemkab Kukar terbatas untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kerja.
"Jadi perusahaan juga diharapkan sharing pembiayaan pendidikan pelatihan dan langsung dibawa mereka ketempat mereka. Konsep seperti ini adalah yang benar, kita menyiapkan tenaga kerja itu yang memang sudah terstandar keterampilannya dan sesuai dengan kebutuhan," ungkapnya.
Diketahui, sebanyak 75 orang tenaga kerja asli Kukar yang diberangkatkan ke Konawe untuk bekerja sebagai sopir DT pada perusahaan yang bergerak dipertambangan nikel, yakni PT Graha Prima Energy (GPE), sedangkan sebanyak 40 orang lainnya akan diberangkatkan ke Kota Balikpapan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan kerja spesifikasi mekanik alat berat.
"Saya terimakasih kepada Distransnaker pak Hatta berkenaan dengan program Kukar Siap Kerja ini berjalan dengan baik, kepada perusahaan saya minta dan saya imbau agar menyampaikan kebutuhan tenaga kerja-nya kepada pemerintah daerah melalui Dinas Transmigrasi Tenaga Kerja," tegas Edi.
Editor: Supiansyah