Plt Kepala Distransnaker M Hatta menyebutkan pada job fair tahun ini pihaknya berkolaborasi dengan 39 perusahaan dan menyediakan 210 jabatan dengan lowongan kerja 870.
"Saya berharap ini jadi kesempatan kepada putra-putri Kukar seperti yang disampaikan Pak Bupati yang kita utamakan adalah ber-KTP Kukar," kata Hatta kepada awak media usai pembukaan Job Fair tadi di Gedung Putri Karang Melenu.
Hatta mengungkapkan pada job fair tahun ini pihaknya juga membuka peluang bagi warga Kukar penyandang disabilitas agar bisa direkrut menjadi tenaga kerja.
"Pihak perusahaan sudah berkoordinasi dengan kami siap menerima, karena kita sudah ada SK untuk unit pelayanan disabilitas, sudah ditandatangani Pak Bupati, jadi Kukar ini termasuk yang tercepat untuk pelayanan disabilitas di Kalimantan Timur. Saya berharap disabilitas itu jangan dianaktirikan, dia punya peluang sama," ungkapnya.
Sesuai UU 8/2016, lanjut Hatta, setiap instansi pemerintah wajib mempekerjakan 2 persen bagi disabilitas, dan untuk di pihak swasta wajib 1 persen dari jumlah karyawannya untuk mengakomodir penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja.
"Dengan adanya SK unit layanan disabilitas maka sudah berjalan semua yang berkaitan dengan mengakomodir tenaga kerja disabilitas, pelatihan di bursa kerja khusus (BKK) sudah berjalan mulai tahun kemarin kita lakukan, pertama pelatihan menjahit, tata boga dan kecantikan plus bantuan. Ini dalam rangka untuk memberi kesempatan kepada saudara kita penyandang disabilitas," terangnya.
Sesuai arahan Bupati Kukar, Hatta berpesan kepada perusahaan yang turut serta di job fair kali ini tidak memberlakukan persyaratan pengalaman kerja kepada warga yang melamar.
"Kami sudah teknikal meeting dan sudah mengarahkan kalau bisa sudah tidak ada lagi persyaratan pengalaman kerja, apa yang disampaikan pak Bupati tadi yang datang kesini adalah rata-rata nol pengalaman, mungkin ada tapi di jabatan tertentu misal operator dan sebagainya, tapi saya minta ini adalah jawaban kita terhadap forum-forum yang ada di masyarakat yang memungut tenaga kerja ini minta bayar dulu materi agar bisa masuk perusahaan, nah ini jawabannya di Job Fair ini, artinya kegiatan ini memutus mata rantai pungutan itu," tegasnya.
Editor: Supiansyah