Data Disdamkar Matan Kukar mencatat sejak awal tahun 2024 atau pada Januari ada dua peristiwa kebakaran lahan, Februari 21 kasus, meningkat di bulan Maret sebanyak 28 dan musim kemarau di bulan April melonjak hingga 47 kasus sehingga total ada 98 kasus yang semuanya sudah dilakukan penanganan.
Khusus April kasus kebakaran lahan melonjak disebabkan musim kemarau dengan adanya cuaca ekstrim dampak dari el nino, sehingga cuaca panas ini berakibat pada alam dan beberapa pertiwa ini diakibatkan tindakan manusia.
“Kebakaran lahan banyak terjadi di daerah pesisir seperti Muara Jawa dan Marangkayu, sebelum musim hujan tiba kebakaran lahan sering terjadi di hamparan luas,” ujar Kepala Dinas Damkar Matan Fida Hurasani kepada Korankaltim.com Sabtu (6/7/2024).
Mengkilas balik di tahun 1990-an, kebakaran lahan banyak terjadi karena faktor alam dan penyesuaian, tetapi saat ini kebakaran banyak terjadi karena perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab, seperti beberapa kejadian yang telah ditangani Disdamkar Matan yakni lupa mematikan obat nyamuk saat beraktivitas di hutan, lupa mematikan api unggun sehingga api bisa merambat dan meluas.
Fida bersama anggotanya selalu mengingatkan tingkatkan kepekaan di setiap situasi, memeriksa segala sudut setelah menikmati alam, sisa api unggun, obat nyamuk dan rokok harap menjadi tanggung jawab.
Saat ini telah tersedia pos kebakaran yang terdiri dari relawan tersebar di 20 kecamatan se Kukar, siap membantu dan menjadi garda terdepan jika terjadi peristiwa Kebakaran.
“Kami juga mengingatkan kepada anggota untuk terus mengimbau masyarakat, himbauan tidak pernah berubah, selalu waspada dan cek kembali sebelum bepergian karena api kecil jika diremehkan akan membesar, maka kita perlu meningkatkan antisipasi,” ujar Fida.
Editor: Aspian Nur