Teguran tersebut terkait keinginan instansi tereebut bisa segera melaksanakan Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F).
Pasalnya hingga tahun 2024 ini K3F yang merupakan program unggulan Kukar Idaman yang menjanjikan 100 even dengan memiliki misi menggerakkan ekonomi daerah berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif dengan menyuguhkan seni pertunjukan mengundang artis-artis nasional dan lokal tersebar di 20 kecamatan belum juga terlaksana.
“Perhelatan K3F yang menaungi beberapa event bertajuk nasional seperti Kukar Land Festival tetap berjalan di tahun 2024 ini karena sudah ada nomenklaturnya dan telah mengikuti aturan-aturan yang berlaku,” ujar Rendi kepada Korankaltim.xom Rabu (5/6/2024).
Diakuinya program K3F ini dalam perjalanannya memang ada beberapa permasalahan yang belum terjawab dan ini membuat Dinas Pariwisata Kukar belum berani mengambil langkah kembali.
“Jadi saya tegaskan, kalau tidak ada salah kenapa takut melaksanakan kegiatan ini, karena masyarakat menunggu,” ucap Rendi lagi.
Program K3F sudah memiliki alokasi tersendiri di APBD 2024 baik itu event Kukar Land, festival kebudayan hingga event-event di kecamatan. Untuk itu, ia memastikan K3F tetap berlanjut di tahun ini dan mnyarankan solusi agar K3F bisa berjalan optimal, yaitu dengan meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri (Kejari).
“Dengan adanya ketakutan seperti itu masa kegiatan kita stop. Solusinya minta pendampingan dengan Kejaksaan untuk dipandu dituntun apa boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan, ayo sama-sama garap karena masyarakat menunggu dan anggaran 2024 sudah jelas ada jangan sampai anggaran ini jadi SILPA,” bebernya.
Namun Rendi juga tak menampik permasalahan lainnya yang dihadapi Dispar Kukar yaitu adanya peralihan kepala dinas, yang saat ini masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Namun ia juga mengingatkan agar Dispar menyiapkan solusi sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan anggaran terserap dengan maksimal.
“Mudah-mudahan kepala dinas yang terpilih bisa memastikan semua anggaran bisa terserap dengan baik dan semua agenda berjalan dengan baik. Artinya kalau ada kekeliruan kemarin harusnya ada solusi untuk dibenarkan,” harap Rendi.
Editor Aspian Nur