Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar pun memberikan perhatian serius terhadap sejumlah bencana alam ini dan mereka terus melakukan pemantauan.
"BPBD Kukar menaruh atensi besar dan akan terus melakukan pemantauan terhadap kejadian-kejadian bencana tersebut dengan harapan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di semua wilayah di Kukar," kata Kepala BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Edi Hariadi kepada Korankaltim.com Selasa (4/6/2024).
Berdasarkan pemantauan BPBD Kukar, ada beberapa kejadian bencana alam yang terjadi dengan yang terbaru pada 27-28 Mei akhir bulan lalu, yaitu banjir di Kelurahan Sungai Seluang Kecamatan Samboja, ada juga tanah longsor di Kelurahan Amborawang Darat, Kecamatan Samboja Barat yang mengakibatkan sebuah rumah rusak berat serta tanah longsor tepat disisi jalan umum yang menghubungkan Kecamatan Sanga-Sanga ke Kecamatan Muara Jawa.
"Faktor penyebabnya diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi. Namun faktor-faktor lain seperti drainase dan aktivitas perusahaan tambang juga sangat berpengaruh besar mengingat lokasi bencana ini berada dekat dengan wilayah perusahaan tambang," papar Setianto.
Dari hasil pemantauan dapat disimpulkan aktivitas pertambangan berpotensi besar terhadap terjadinya bencana longsor, banjir bahkan banjir bandang. Bahkan bencana alam yang terjadi ini bisa mengakibatan adanya korban harta, jiwa dan aktivitas publik yaitu terganggunya kehidupan dan penghidupan sehingga perlu adanya upaya meminimalisir kejadian bencana tersebut.
"Untuk itu BPBD Kukar menghimbau pihak perusahaan yang bersangkutan agar dapat menginformasikan kepada masyarakat sekitar dan pihak terkait khususnya BPBD. Perihal antisipasi dan mitigasi penanganan potensi bencana di wilayah aktivitasnya," tegasnya.
Editor: Aspian Nur