Itu setelah semua pihak setuju CFD yang biasa berlangsung di kawasan Creative Park Jalan Akhmad Mukhsin Timbau beralih ke Kawasan Budaya Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Museum Mulawarman.
Sempekat Keroan Kutai (SK2) yang merupakan organisasi kemasyarakatan masyarakat suku Kutai sudah berkoordinasi dengan pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada kegiatan CFD pertama di lokasi yang baru Minggu (19/5/2024) pagi besok akan membagikan ikat kepala khas Kutai atau yang dinamakan Sapoh kepada seluruh pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan.
"Wajib para pedagang menggunakan itu (Sapoh), akan dibagikan sekitar 200-an Sapoh kepada para pedagang," kata Penjawat Surat Pore atau Sekretaris Kerapatan Pore SK2 Kutai Kartanegara, Sayid Fathulah kepada Korankaltim.com, Sabtu (18/5/2024).
Pemberian Sapoh secara gratis pada CFD besok pagi langsung dilakukan pengurus SK2 dan sekaligus mengajari bagaimana penggunaan Sapoh yang baik dan benar sesuai adat istiadat Kutai.
"Besok kami yang mengkoordinir sekaligus mengajari para pedagang pasang Sapoh, untuk tahap awal 200, kalau yang ada belum dapat nanti dibagikan lagi secara gratis di kegiatan CFD selanjutnya. Tapi harus wajib dipakai, kalau tidak nanti dikeluarkan dari situ, supaya identitas mereka jelas," tegas Fathul.
SK2 sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mengakomodir para pedagang agar bisa terdata secara jelas, bagi siapa saja yang turut berjualan di lokasi CFD.
"Sudah dirapatkan dan sudah diantisipasi oleh Dinas Koperasi dan UKM, sudah dilakukan pertemuan mediasi untuk mencegah kalau pedagang rebutan Sapoh karena sudah didata," sebutnya.
Pada prinsipnya siapapun boleh berusaha disitu tidak ada dibatasi tidak ada yang dilarang yang penting mau diatur, karena CFD dilakukan di kawasan budaya jadi seluruh pedagang harus mau diatur menurut budaya Kutai.
"Jadi di Jalan Mayjen Sutoyo dan di Tepian Pandan, disitu kawasan pedagang. Harap jangan buang sampah di sungai tidak boleh berjualan sembarang makanan yang berbahaya, kehalalannya juga dijaga," tegasnya.
SK2 juga berharap dan mendorong kepada pedagang di lokasi CFD untuk menjual makanan tradisional. Jadi CFD itu menjadi semacam ikoniknya Kukar, ketika orang ingin menyantap makanan jajak tradisional khas Kutai yang langka maka dapat dibeli disitu. "Itu yang kita dorong sehingga CFD menjadi kegiatan rutin untuk ikonik Kukar baik dari budaya maupun makanan khasnya juga ada disitu," tutup Fathul.
Editor: Aspian Nur