Banyaknya kios yang rusak membuat hal itu harus dilakukan.
Sekretaris Disperindag Kutai Kartanegara Sayid Fathullah menjelaskan hal tersebut.
Anggaran untuk revitalisasi disiapkan dari APBD murni 2024.
"Kami akan melakukan revitalisasi di Pasar Mangkurawang 2 karena banyak kios yang mengalami kerusakan setelah lama tidak digunakan dan dipelihara," kata Sayid kepada korankaltim.com, Jumat (19/1/2024).
Belum lama ini Disperindag sudah melakukan peninjauan lapangan ke lokasi Pasar Mangkurawang 2 sekaligus menyikapi telah diserahkannya secara resmi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) ke Disperindag untuk pemanfaatan aset dari pasar yang berada satu kawasan dengan Pasar Gerbang Raja Mangkurawang ini.
"Peninjauan Senin lalui bertujuan untuk melihat Pasar Mangkurawang 2 karena aset pasar baru diserahkan beberapa hari lalu olah PU kepada kami untuk pemanfaatan aset," ungkapnya.
Revitalisasi yang akan dilakukan di Pasar Mangkurawang 2 adalah toko dan kios yang mengalami kerusakan, contohnya rusak pada instalasi listrik, drainase, air, plafon, pintu, semua sarana prasarana kebutuhan dasar.
"Itu yang mau kami revitalisasi, agar nantinya bisa dimanfaatkan para pedagang. Di Pasar Mangkurawang 2 ada 500 an petak atau kios hampir 60 persen mengalami beberapa kerusakan. Kami berupaya merawat, pelihara dan terus menerus dianggarkan untuk aset khususnya pasar Mangkurawang 2. Kalau untuk membangun itu mudah saja, tapi untuk merawat itu susah sepanjang usia bangunan tersebut," jelasnya.
Disperindag masih melakukan pendataan ulang pedagangnya. Setelah itu proses penertiban, pemberdayaan, kemudian optimalisasi memaksimalkan fungsi pasar itu sendiri agar pedagang dan pembeli merasa nyaman.
Editor Aspian Nur