Jadi yang Pertama di Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara Dipilih jadi Lokasi Swanantara Traditional Music Festival
2 menit baca1.264 kali dibaca

2 menit baca1.264 kali dibaca

Penulis: M. Yasin Handayan
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Halaman kantor Bupati Kutai Kartanegara di Tenggarong Rabu (22/11/2023) malam tadi dimeriahkan dengan suara alunan musik tradisional dari berbagai kelompok seni di Kalimantan Timur.
Di tempat tersebut digelar Swanantara Traditional Music Festival, festival music yang khusus menampilkan musik-musik tradisional, didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
"Ini wujud dan langkah kami melihat ekosistem musik, diantaranya musik tradisional," kata Direktur Perfilman Musik Media Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek, Ahmad Mahendra kepada Korankaltim.com.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi setelah diadakannya kongres musik tradisional beberapa waktu lalu yang bertujuan melihat segi dari hulu dan hilir perkembangan musik tradisional, termasuk didalamnya kesejahteraan dari pelaku musik tradisional.
"Setelah dilihat, sangat perlu untuk diperbanyak mengenai festival musik tradisional ini agar dapat terus berkembang. Sehingga kami sudah mulai melaksanakannya sejak beberapa tahun terakhir ini," ujar Mahendra lagi.
Kegiatan ini sekaligus untuk memahami pemetaan dan upaya pelestarian pengembangan dan pemanfaatan musik tradisional agar musik tradisional bisa jadi tuan rumah dan sebagai diplomasi budaya.
"Sudah beberapa tempat kami lakukan kegiatan ini dan di Kaltim baru pertama kalinya dilaksanakan dengan memilih Kutai Kartanegara sebagai tempat pelaksanaan," ungkapnya.
Kutai Kartanegara khususnya Tenggarong dipilih karena ada nilai historis sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia sehingga ini yang dipandang secara keseluruhan sebagai upaya untuk menggeliatkan kebudayaan dan diharapkan kabupaten ini bisa jadi pusat kebudayaan terutamanya menyongsong Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah yang hadir pada kegiatan ini malam tadi mengapresiasi dan dukungan dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar apalagi dalam menghadapi tantangan berat guna mempertahankan musik tradisional ditengah perkembangan globalisasi industri musik.
"Ini penting, sehingga dapat memotivasi gairah perkembangannya terutama dalam pembinaan dan penampilannya," ujar Edi Damansyah.
Menanggapi dijadikannya Kutai Kartanegara pusat kebudayaan, Edi mengatakan hal tersebut sudah dijalankan sesuai dengan program Kukar Idaman dan histori Kutai sebagai daerah kerajaan serta diwujudkan melalui program Kukar Kaya Festival.
"Kami sambut baik dan akan berkoordinasi lebih lanjut bersama Kemdikbudristek mengenai harapan ini tadi. Semoga ini bisa semakin memotivasi para anak muda, memberikan daya tarik dan bisa semakin dikenal serta memberikan dampak ekonomi," papar Edi.
Swanantara Traditional Music Festival dilaksanakan minimal tiga tahun di masing-masing daerah yang sudah ditunjuk dan merupakan tahun pertama diadakan di Kalimantan Timur. Even serupa akan kembali dilaksanakan tahun depan namun lokasinya masih akan ditentukan lebih lanjut.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 26 km barat laut Gorontalo Utara
01 Okt 2026, 18:51:40 WIB • Kedalaman 47 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG