Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, Triana Agustin didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan anak didik Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Juari mengatakan, kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk sinergi peningkatan pelayanan kesehatan.
“Kerja sama dengan RSUD Parikesit dan Puskesmas Rapak Mahang selaku lembaga teknis di bawah Dinkes Kukar. Kerja sama ini bentuk pelayanan kesehatan, kalau rumah sakit pelayanan rujukannya kalau pelaksanan kegiatanya di bawah asuhan Puskesmas Rapak mahang,” kata Juari kepada korankaltim.com, Senin (13/11/2023).
Juju sapaan akrabnya mengungkapkan layanan kesehatan yang diberikan dari bentuk kerja sama bukan hanya bagi warga binaan Lapas Perempuan saja, tapi juga diberikan pelayanan kesehatan kepada para petugasnya. “Jadi kami ada rutin kegiatan tes kebugaran petugas, yang melaksanakannya itu dari Puskesmas, kegiatan untuk petugas itu rutinnya 6 bulan sekali. Tapi kalau untuk warga binaan kegiatannya seminggu sekali,” ungkapnya.
Implementasi dari kerja sama ini ada layanan kunjungan dokter baik itu dokter umum ataupun layanan dokter gigi, selain itu ada juga konseling gizi dan penyuluhan kesehatan. “Terakhir kemarin kegiatan kami yaitu pembentukan asuhan mandiri untuk kader toga tanaman obat keluarga, jadi untuk kegiatannya kami sudah berjalan,” sebutnya.
Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan layanan kesehatan di Lapas Perempuan, meskipun semuanya masih terbatas namun tetap diupayakan bagaimana caranya supaya layanan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong tetap berlangsung maksimal untuk warga binaan dan juga kepada sesama petugas.
“Jadi selain untuk kesehatan umumnya ada juga layanan kesehatan jiwa. Sebelumnya kami juga sudah kerja sama dengan rumah sakit jiwa Atma Husada Samarinda. Dan kaitannya kerja sama di bidang kesehatan antar lembaga ini merupakan kegiatan Diklat saya dengan judul sinergi peningkatan layanan kesehatan di Lapas Perempuan Tenggarong,” demikian Juju.
Editor: Maruly Z