Tiga Desa jadi Percontohan Bebas Stunting
1 menit baca408 kali dibaca

TENGGARONG – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) mencanangkan tiga desa sebagai role model desa dan kelurahan D’Best (Desa Bebas Stunting) tahun 2023.
Ketiga desa tersebut yakni Desa Giri Agung, Desa Loa Janan Ulu, dan Desa Samboja Kuala.
Untuk Desa Samboja Kuala pencanangannya dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Rendi Solihin di BPU setempat, pekan tadi.
Wabup mengatakan program pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting harus melibatkan seluruh komponen atau lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) saja.
“Kolaborasi ini penting sehingga bisa memaksimalkan pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting di Kutai Kartanegara sesuai yang target diharapkan” ungkapnya.
Rendi menyampaikan kabar baik dari hasil kerja kolaboratif lintas OPD angka stunting di Kukar sampai September 2023 ini mengalami penurunan yang signifikan.
“Dari info yang kami dengar dari 27 persen sudah di bawah 15 persen, kita tunggu rilisnya Kementerian Kesehatan Desember nanti,” katanya.
Kepala Dinas P2KB Adinur mengatakan ditetapkannya tiga desa sebagai role model pencanangan D’Best akan menjadi contoh bagi desa dan kelurahan di Kukar.
Disebutkannya tidak semua kondisi fisik kecil pendek itu stunting, karena stunting hanya bisa diketahui setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh dokter spesialis anak.
“Kenapa stunting itu penting, karena dampak jangka pendek dan panjangnya cukup mengkhawatirkan kita semua” ujarnya.
Pada acara tersebut Wabup Rendi Solihin berkesempatan menyerahkan alat peraga stunting kepada Kepala Desa Samboja Kuala dan bantuan freezer kepada UMKM (adv/prokom01/sh/mh).










